Abstrak: Limbah pertanian selama ini dibakar atau dibuang sembarangan menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat diberikan pemahaman serta praktik langsung dalam mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah pertanian melalui teknologi biokonversi menjadi pupuk organik. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait pestisida alami pupuk organik sebagai inovasi pemanfaataan limbah biomassa pascapanen kelompok tani suka maju dengan peserta 30 orang. Selanjutnya dilakukan evaluasi dengan metode pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Hasil evaluasi dari kegiatan ini telah mencapai seluruh indikator keberhasilan yaitu kehadiran peserta 100% dari seluruh undangan yang disebar dan pengetahuan peserta mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test (50,25%) dan post-test (90,25%) yang telah dilakukan sebelumnya.Abstract: Agricultural waste has been burned or disposed of carelessly, causing pollution and environmental damage. Through training and mentoring, the community is given an understanding and hands-on practice in processing organic waste into products with economic value. It is hoped that the results of the activity will show increased knowledge, reduced dependence on synthetic fertilizers, and the creation of new business opportunities based on sustainable agriculture. This activity aims to increase community awareness and skills in managing agricultural waste through bioconversion technology into organic fertilizer. The method used is by providing socialization and training related to natural pesticides and organic fertilizers as an innovation in utilizing post-harvest biomass waste from the Suka Maju farmer group with 30 participants. Furthermore, an evaluation was conducted using pre-test and post-test methods filled out by the activity participants in the form of questionnaires. The evaluation results of this activity have achieved all indicators of success, namely 100% participant attendance from all invitations distributed and participant knowledge has increased based on the results of the pre-test (50.25%) and post-test (90.25%) that have been conducted previously.