Utami, Ajeng Rahayu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SPIRITUAL INTERVENTIONS TOWARDS IMPROVING PALLIATIVE CARE WELL-BEING OF BREAST CANCER PATIENTS: A SYSTEMATIC REVIEW Fauzi, Achmad; Putri, Adelia; Setiawan, Aisyah Rachma; Dwicahyani, Karin Nur; Utami, Ajeng Rahayu; Salsabilla, Aura Rizka; Saputri, Adelia Febriana; Fauzan, Chandra Rizky; Yunianti, Aldina
HEARTY Vol 14 No 1 (2026): FEBARURI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i1.19136

Abstract

Breast cancer is a disease that is still a major problem in women's health. The disease causes significant physical, emotional, and psychological impacts for sufferers. Palliative care not only focuses on physical treatment, but also includes psychosocial and spiritual aspects that affect the overall well-being of patients. In this context, spiritual intervention has been identified as an approach that can provide significant emotional and psychological support, help patients feel calmer, and accept their condition better. This study aims to synthesize a study on spiritual interventions to improve the welfare of palliative patients with breast cancer. The research method used is a systematic review through data bases, namely PubMed, ProQuest, and Google Scholar, for studies published between 2019 and 2024. The keywords used include "palliative", "spiritual" and "breast cancer". Based on the nine studies listed, the results show that spiritual interventions, such as the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), Spiritual Guided Imagery (SGI), prayer practices and faith-based approaches, have a significant impact on reducing stress, anxiety, and depression, as well as improving the quality of life and spiritual well-being of patients. These findings underscore the importance of integrating spiritual support in palliative care to help patients better cope with the challenges of the disease.
Hubungan Peran Orang Tua dengan Tingkat Kejadian Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Putri di SMAN 7 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025 Utami, Ajeng Rahayu; Khairiyah, Rahayu; Wijayanti, Puji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55656

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual adalah segala tingka laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan sesama jenis. Perilaku seksual berisiko dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Selain faktor pengetahuan, pengaruh teman sebaya, dan media, peran keluarga, terutama orang tua, memiliki dampak yang sangat signifikan. Kurangnya pengawasan dan pendidikan seks yang tepat dari orang tua membuat remaja lebih rentan terhadap pergaulan bebas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan tingkat kejadian perilaku seksual beresiko pada remaja putri di SMAN 7 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel 30, sampel analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p-value = 0,000 artinya p-value < 0,05 maka dapat dinyatakan HO ditolak HI diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan yang sangat nyata antara peran orang tua dengan tingkat kejadian perilaku seksual. Kesimpulan: Terdapat hubungan peran orang tua dengan tingkat kejadian perilaku seksual beresiko pada remaja putri di SMAN 7 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025. Dari hasil penelitian diharapkan orang tua dapat memberikan dukungan yang positif dengan memberikan informasi tentang pendidikan seks secara benar, karena orang tua sangat berperan penting dalam menumbuhkan nilai-nilai positif untuk remaja, dan remaja diharapkan dapat mengontrol perilakunya agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang menyimpang.