Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Fishbowl untuk Meningkatkan Kerjasama Tim Respati Puji Wiyati; Siti Nurhayati; Sri Supadmi; Puji Hastuti; Mauria Tania; Nurul Chotimah
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i1.8793

Abstract

Student collaboration is a crucial element in learning to develop intelligence, exchange ideas, and encourage active participation. The Fishbowl learning model is effective in fostering these skills. This study aims to describe the steps, advantages, and disadvantages of applying the Fishbowl model in learning at Madrasah Aliyah Negeri Temanggung, Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Karanganyar, Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo, and Madrasah Aliyah Negeri 2 Rembang. Using a descriptive qualitative approach, the subjects were teachers as informants, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The results show that the Fishbowl steps include dividing the group into discussion and listening groups, forming a semicircle like a fishbowl, allowing listeners to join in, and facilitating teachers' opinions and questions. The advantages are: encouraging critical thinking, free expression, collaborative idea contribution, and mature solution selection. The disadvantages are: deviation of answers, domination of active students, long time for teachers with less classroom experience, and intensity of implementation. Conclusion: The Fishbowl model can be applied to improve student teamwork in madrasahs.
PENERAPAN MODEL FISHBOWL UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA TIM Respati Puji Wiyati; Siti Nurhayati; Sri Supadmi; Puji Hastuti; Mauria Tania; Nurul Chotimah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9859

Abstract

Kerjasama siswa adalah bagian terpenting dalam pembelajaran, karena selain siswa mengembangkan kecerdasannya juga mengajak siswa untuk bertukar pikiran serta berpartisipasi dalam pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuan tersebut adalah model pembelajaran Fishbowl. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan langkah-langkah, kelebihan dan kekurangan penerapan model pembelajaran Fishbowl pada Pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri 1 Temanggung, Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Karanganyar, Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo, Madrasah Aliyah Negeri 2 Rembang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Temanggung, Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Karanganyar, Madrasah Aliyah Negeri Sukoharjo, Madrasah Aliyah Negeri 2 Rembang. Informan penelitian ini adalah guru. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Langkah-langkah model Fishbowl meliputi a) Rombongan siswa yang besar dapat dibagi menjadi kelompok diskusi dan kelompok pendengar; b) Tempat duduk diatur dengan formasi setengah lingkaran dimana kursi kelompok pendengar dibiarkan kosong dan menghadap peserta diskusi; c) Kelompok pendengar duduk mengelilingi kelompok diskusi, seolaholah sedang melihat ikan yang berada pada sebuah mangkuk (Fishbowl); d) Selama kelompok diskusi berdiskusi, bagi kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikiran atau pendapat dipersilahkan; dan e) Guru mempersilahkan untuk mengeluarkan pendapatnya masingmasing dan memberikan pertanyaan untuk kelompok; 2) Kelebihan model Fishbowl yaitu a) Mendorong siswa untuk berpikir kritis; b) Memfasilitasi siswa dalam mengekspresikan pendapatnya secara bebas; c) Mendorong siswa untuk menyumbangkan ide atau pemikiran dalam memecahkan masalah secara bersama-sama; d) Membantu siswa dalam memilih satu atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang matang; 3) Kekurangan model Fishbowl adalah a) Jawaban siswa terkadang menyimpang atau tidak sesuai dengan yang diharapkan; 2) Hanya siswa yang aktif berbicara yang cenderung mendominasi diskusi dan menyampaikan pendapatnya; 3) Bagi guru yang belum menguasai kelas, penerapan metode ini dapat memakan waktu yang cukup lama; dan 4) Metode ini membutuhkan waktu yang relatif intensif untuk pelaksanaan secara efektif. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa model Fishbowl dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sebagai upaya untuk meningkatkan kerjasama tim selama proses pembelajaran di madrasah.