Fasya, Dilfa Karina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Semiotika pada Pidato Prabowo dalam Merespons Aksi Demonstrasi Fasya, Dilfa Karina; Anshori, Dadang S.; Fu'adin, Ahmad
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Edisi Januari-Februari
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7972

Abstract

Aksi demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025 memicu respons politik dari pemerintah khususnya Presiden Prabowo Subianto melalui serangkaian pidato resmi yang menimbulkan kritik dari beberapa kalangan masyarakat, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan prinsip arbitraritas tanda Ferdinand de Saussure yang dilakukan secara strategis untuk merekontekstualisasi makna “demonstrasi” dalam wacana politik Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan data transkrip pidato yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi penanda berupa kata-kata kunci seperti “demonstrasi”, “anarkis”, “huru-hara”, “makar”, “terorisme”, “demonstran murni”, dan “anasir-anasir”; kemudian menginterpretasi petanda dengan membaca makna denotatif dan konotatifnya; serta menelusuri bagaimana hubungan antara penanda dan petandanya mengalami pergeseran makna melalui strategi linguistik sebagai dampak dari sifat arbitraritas tanda. Temuan analisis menunjukkan tiga tahap rekontekstualisasi yang menetapkan pemaknaan dominan terhadap demonstrasi sebagai ancaman keamanan nasional. Ketiga tahap tersebut diantaranya: (1) konstruksi oposisi biner antara demonstrasi dan ketertiban, (2) eskalasi atau peningkatan ancaman dari ”anarkis”, ke ”makar”, hingga ”terorisme”, dan (3) kategorisasi atau diferensiasi moral antara ”demonstran murni” dan ”anasir-anasir”. Penelitian ini berkontribusi terhadap pemahaman teoretis terkait dimensi sosial-politik arbitraritas Saussure serta memberi kesadaran kritis tentang penggunaan bahasa sebagai instrumen kontrol sosial-politik.