Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap komunikasi, penggunaan bahasa, dan sikap sopan santun di kalangan remaja di Desa Buku Tengah, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan remaja, orang tua dan tokoh masyarakat. Teknik observasi non-partisipan dan partisipatif digunakan untuk memperkuat data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja cenderung lebih berani berbicara dan berekspresi di media sosial dibandingkan secara langsung. Namun, hal ini juga menyebabkan sikap sopan santun yang lebih santai dan penggunaan bahasa yang tidak formal, seperti singkatan dan bahasa gaul yang sering terbawa dalam percakapan sehari-hari. Para orang tua menyadari adanya perubahan perilaku pada anak mereka, termasuk kecenderungan untuk lebih tertutup dan kurang berinteraksi secara langsung. Mereka juga mengamati bahwa media sosial memengaruhi cara berbicara yang menjadi lebih kasual dan terkadang kurang sopan. Sementara itu, tokoh masyarakat mengungkapkan kekhawatiran terhadap menurunnya nilai-nilai kesopanan akibat penggunaan media sosial yang kurang bijak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dan berekspresi bagi remaja, namun di sisi lain juga memengaruhi etika komunikasi dan sikap sopan santun. Diperlukan edukasi yang lebih intensif mengenai etika dalam berkomunikasi di media sosial, baik melalui peran keluarga, sekolah, maupun masyarakat, untuk menjaga nilai-nilai kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.