Penelitian ini untuk melihat potensi besar kulit jeruk bali (Citrus maxima) sebagai additive alami yang ramah lingkungan dengan cara dicampurkan pada lumpur pemboran. Hasil pengujian filtration loss menunjukkan data bahwa penambahan kulit jeruk bali secara efektif menurunkan volume kehilangan filtrat pada lumpur pemboran, dengan peningkatan efektivitas seiring dengan peningkatan konsentrasi additive.Dapat dilihat data dengan sampel yang mengandung kulit jeruk bali berubah secara signifikan, sampel dengan 6 gram kulit jeruk bali mencatat penurunan filtration loss paling baik, mencapai 8 ml pada 80°F dan 7 ml pada 200°F, nilai yang konsisten dengan standar API 13 A1. Menariknya, filtration loss juga diamati berkurang seiring dengan peningkatan suhu. Mekanisme di balik pengurangan filtration loss ini melibatkan peran kandungan pektin dalam kulit jeruk bali yang meningkatkan viskositas lumpur sehingga dapat terjadi pembentukan lapisan pelindung (mud cake) yang lebih efisien. Selain itu, sifat penyerapan air kulit jeruk bali membantu mengurangi filtration loss dalam lumpur. Lebih jauh, kulit jeruk bali terbukti meningkatkan nilai reologi lumpur, memperbaiki kemampuan suspensi, dan stabilitasnya secara keseluruhan. Pemanfaatan kulit jeruk bali menawarkan solusi berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk mengelola filtration loss dan meningkatkan sifat reologi lumpur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya. Ini membuka pengetahuan dalam optimasi formulasi lumpur pemboran di masa depan. This research explores the significant potential of pomelo orange peel (Citrus maxima) as an environmentally friendly natural additive for drilling mud. Filtration loss tests demonstrate that adding pomelo orange peel effectively reduces filtrate loss volume in drilling mud, with its effectiveness increasing proportionally to the additive's concentration. The data clearly shows a significant change in samples containing pomelo orange peel. The sample with 6 grams of pomelo orange peel recorded the best reduction in filtration loss, reaching 8 ml at 80°F and 7 ml at 200°F, values consistent with API 13 A1 standards. Interestingly, filtration loss was also observed to decrease with increasing temperature. The mechanism behind this reduction in filtration loss involves the pectin content in pomelo orange peel, which increases mud viscosity. This enhanced viscosity facilitates the formation of a more efficient protective layer, or mud cake. Furthermore, the water absorption properties of pomelo orange peel help reduce filtration loss in the mud. Beyond this, pomelo orange peel also proved to improve the mud's rheological values, enhancing its suspension capabilities and overall stability. Ultimately, utilizing pomelo orange peel offers a sustainable and environmentally friendly solution for managing filtration loss and improving the rheological properties of drilling mud. It simultaneously reduces reliance on hazardous chemicals, opening new avenues for optimizing drilling mud formulations in the future.