Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Role Of Entrepreneurship Education In Increasing Students' Interest, Creativity, And Entrepreneurial Ability: An Empirical Study On Batam Higher Education Yopi Yopi; Helprida Simamora; Heryenzus Heryenzus
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.9851

Abstract

his study aims to examine the role of entrepreneurship education in enhancing students entrepreneurial interest creativity and entrepreneurial abilities at universities in Batam. The research is motivated by the relatively high open unemployment rate in Batam which reached 8.14 percent in early 2024 despite the city strong potential as an industrial and commercial hub. A mixed method approach was employed combining quantitative and qualitative data. Quantitative data were collected through a survey of 200 university students and analyzed using Structural Equation Modeling Partial Least Squares. Qualitative data were obtained from in depth interviews with lecturers and students and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that entrepreneurship education has a significant positive effect on entrepreneurial interest creativity and entrepreneurial ability. Qualitative results further highlight the importance of project based learning the involvement of industry practitioners and the presence of campus business incubators in strengthening students creativity and entrepreneurial skills. This study concludes that entrepreneurship education not only fosters entrepreneurial interest but also enhances students creativity and practical entrepreneurial competencies.
Optimalisasi Pelabuhan Dan Logistik Maritim Dalam Meningkatkan Daya Saing Batam Sebagai Pusat Perdagangan Internasional Jackhon Pahala Simanjuntak; Jonmaianto Sihombing; Heryenzus Heryenzus
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.9852

Abstract

Batam memiliki posisi geostrategis tak tertandingi di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, yang merupakan arteri utama perdagangan global yang dilewati oleh lebih dari 60.000 kapal niaga per tahun. Keunggulan geografis ini didukung oleh statusnya sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang seharusnya memposisikan Batam sebagai regional trading hub. Namun, potensi ini terhambat oleh kesenjangan struktural yang signifikan, meliputi keterbatasan kapasitas fisik Pelabuhan Batu Ampar, inefisiensi non-fisik yang menyebabkan biaya logistik nasional tinggi (>23% dari PDB), serta rendahnya adopsi konsep Smart Port dan integrasi transportasi multimoda. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi komprehensif pada lima pilar: infrastruktur, digitalisasi, konektivitas, kebijakan, dan SDM, guna mendongkrak daya saing Batam secara fundamental di kawasan Asia Tenggara.Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods (metode campuran) yang terintegrasi, dengan kombinasi analisis kuantitatif (survei, statistik deskriptif efisiensi operasional) dan kualitatif (wawancara mendalam, analisis tematik, SWOT, dan GAP Analysis). Temuan kunci menunjukkan bahwa meskipun modernisasi parsial telah meningkatkan produktivitas crane Batu Ampar hingga \approx 35 kontainer per jam, masih terdapat GAP Tinggi dibandingkan pelabuhan pesaing regional (standar >60 kontainer per jam), terutama dalam hal dwelling time dan integrasi sistem digital penuh (Port Community System). Strategi yang direkomendasikan berpusat pada Investasi Dual: (1) Modernisasi fisik dan implementasi Smart Port (Fase 1-3), (2) Reformasi tata kelola melalui harmonisasi regulasi dan digitalisasi perizinan terpadu (INSW), serta (3) Pembangunan kawasan logistik terintegrasi (integrated logistics hub) untuk menarik kegiatan transshipment. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan panduan strategis yang terukur bagi otoritas (BP Batam dan Pelindo) untuk mentransformasi Batam menjadi pusat perdagangan internasional yang berdaya saing tinggi.
Analisis Faktor Penghambat Transformasi Digital UMKM Di Kawasan Hinterland Kota Batam Suali Suali; Rikson Pandapotan Tampubolon; Renniwaty Siringoringo; Heryenzus Heryenzus
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10349

Abstract

Transformasi digital merupakan elemen krusial bagi keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun implementasinya di wilayah penyangga sering kali menghadapi hambatan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penghambat transformasi digital pada UMKM di kawasan hinterland (pulau-pulau kecil) Kota Batam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pelaku UMKM di Pulau Belakang Padang dan Pulau Buluh, serta observasi lapangan. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja Technology Acceptance Model (TAM) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama terdiri dari infrastruktur telekomunikasi yang tidak stabil, rendahnya literasi digital dan self-efficacy teknologi pada pelaku usaha, serta tingginya biaya logistik antarpulau yang diperumit oleh regulasi kawasan Free Trade Zone (FTZ). Selain itu, adanya resistensi kultural terhadap sistem pembayaran non-tunai memperlambat integrasi UMKM ke dalam ekosistem ekonomi digital. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan logistik kolektif dan pendampingan digital yang bersifat lokalistik untuk menjembatani kesenjangan digital antara wilayah mainland dan hinterland.