Artika, Baiq Lilik
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Stigmatisasi “Janda Malaysia” Terhadap Keluarga Pekerja Migran : Implikasi Terharap Dimanika Perilaku Anak di Sekolah Mardiatun, Rifany; Artika, Baiq Lilik; Suryaningsih, Hartati; Muliadi, Irman; Rahmawati, Aliya
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4696

Abstract

Migrasi internasional pekerja laki-laki di Nusa Tenggara Barat menciptakan fenomena sosial "Janda Malaysia" (JAMAL) yang berdampak signifikan pada keluarga yang ditinggalkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak fenomena JAMAL terhadap perkembangan sosial dan emosional anak di Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap istri pekerja migran, anak-anak, serta guru di Desa Pemepek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun komunikasi digital terjaga, ketiadaan fisik ayah tetap menyebabkan distorsi relasi emosional. Sebanyak 80% anak mengalami perubahan perilaku seperti menarik diri atau menjadi agresif akibat internalisasi stigma negatif masyarakat yang melabeli mereka sebagai anak tidak terurus atau "yatim pasif". Beban ganda yang dipikul ibu serta pola asuh alternatif dari keluarga besar turut memengaruhi stabilitas emosi anak. Di lingkungan sekolah, stigmatisasi ini memicu perundungan dan penurunan konsentrasi belajar. Penilitian ini menyimpulkan bahwa fenomena JAMAL adalah konstruksi sosial yang memperburuk kerentanan anak migran. Diperlukan pendekatan pendidikan yang sensitif serta kebijakan pemerintah yang inklusif untuk melindungi kesejahteraan psikososial keluarga migran demi mendukung agenda Indonesia Emas 2045. Integrasi dukungan antara sekolah, komunitas, dan keluarga menjadi kunci untuk memutus rantai stigmatisasi dan memastikan tumbuh kembang anak yang optimal di tengah tantangan migrasi global.