Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerja sama siswa kelas IV SD Muhammadiyah Kranggan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi IPAS aspek sosial. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya partisipasi dan keterlibatan siswa dalam kerja kelompok, di mana aktivitas belajar masih didominasi oleh siswa berkemampuan tinggi sementara siswa lain cenderung pasif. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya interaksi sosial dan keterampilan kolaboratif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi hasil kerja kelompok. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kerja sama siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 44,93 pada siklus I menjadi 83,93 pada siklus II. Peningkatan terlihat pada aspek partisipasi aktif, komunikasi, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kekompakan kelompok. Selain itu, penerapan model STAD menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mendorong siswa untuk saling menghargai serta membantu teman. Guru juga mengalami peningkatan kemampuan dalam mengelola pembelajaran kolaboratif dan memfasilitasi interaksi positif antar siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan STAD tidak hanya berdampak pada peningkatan sosial siswa, tetapi juga memperkuat profesionalitas guru dalam menerapkan model pembelajaran inovatif di sekolah dasar. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti efektif dalam membangun interaksi sosial positif, kerjasama, mengembangkan karakter kolaboratif, dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah dasar.