Labibah Hasna Syatiqa
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Product Bundling, Word of Mouth, dan Brand Awareness Terhadap Repurchase Intention: Kasus Konsumen Kopi Kenangan di Salatiga Labibah Hasna Syatiqa; Kussudyarsana Kussudyarsana
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i2.10203

Abstract

Penelitian ini diorientasikan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi product bundling, word of mouth, serta tingkat brand awareness mampu memengaruhi kecenderungan konsumen Kopi Kenangan di wilayah Salatiga dalam melakukan pembelian ulang. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan rancangan eksplanatori, yang bertujuan menjelaskan hubungan kausal antarvariabel melalui pengujian empiris. Populasi penelitian adalah masyarakat yang pernah membeli produk Kopi Kenangan, Sebanyak 200 partisipan penelitian ditetapkan sebagai unit analisis, yang penentuannya dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan pertimbangan khusus, yakni responden harus memiliki riwayat transaksi pembelian berulang (lebih dari satu kali), berusia di atas 15 tahun, dan laki-laki atau perempuan. Penghimpunan data primer dilakukan dengan memanfaatkan instrumen survei berbasis internet, di mana respons diukur menggunakan rentang penilaian Likert lima tingkat (1–5). Variabel independen terdiri atas Product Bundling, Word of Mouth, dan Brand Awareness, sedangkan variabel dependen adalah Repurchase Intention. Peneliti menerapkan teknik analisis regresi linear berganda berbantu SPSS, dengan melewati tahapan uji asumsi klasik serta uji kualitas data. Hasil uji hipotesis (t, F, dan R2) menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari faktor Brand Awareness, Word of Mouth, dan pengemasan produk (Product Bundling) terhadap niat pembelian kembali oleh konsumen. Sebagai implikasi praktis, manajemen disarankan untuk memperkuat strategi pemasaran terpadu dan kualitas pelayanan demi menjaga loyalitas konsumen.
Pengaruh Product Bundling, Word of Mouth, dan Brand Awareness Terhadap Repurchase Intention: Kasus Konsumen Kopi Kenangan di Salatiga Labibah Hasna Syatiqa; Kussudyarsana Kussudyarsana
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i2.10203

Abstract

Penelitian ini diorientasikan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi product bundling, word of mouth, serta tingkat brand awareness mampu memengaruhi kecenderungan konsumen Kopi Kenangan di wilayah Salatiga dalam melakukan pembelian ulang. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan rancangan eksplanatori, yang bertujuan menjelaskan hubungan kausal antarvariabel melalui pengujian empiris. Populasi penelitian adalah masyarakat yang pernah membeli produk Kopi Kenangan, Sebanyak 200 partisipan penelitian ditetapkan sebagai unit analisis, yang penentuannya dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan pertimbangan khusus, yakni responden harus memiliki riwayat transaksi pembelian berulang (lebih dari satu kali), berusia di atas 15 tahun, dan laki-laki atau perempuan. Penghimpunan data primer dilakukan dengan memanfaatkan instrumen survei berbasis internet, di mana respons diukur menggunakan rentang penilaian Likert lima tingkat (1–5). Variabel independen terdiri atas Product Bundling, Word of Mouth, dan Brand Awareness, sedangkan variabel dependen adalah Repurchase Intention. Peneliti menerapkan teknik analisis regresi linear berganda berbantu SPSS, dengan melewati tahapan uji asumsi klasik serta uji kualitas data. Hasil uji hipotesis (t, F, dan R2) menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari faktor Brand Awareness, Word of Mouth, dan pengemasan produk (Product Bundling) terhadap niat pembelian kembali oleh konsumen. Sebagai implikasi praktis, manajemen disarankan untuk memperkuat strategi pemasaran terpadu dan kualitas pelayanan demi menjaga loyalitas konsumen.
Pengaruh Mentoring dan Prinsip Muhammadiyah terhadap Kehidupan Mahasiswa Retno Paulina; Labibah Hasna Syatiqa; Kailasyira Marietsa Zamir; Vanesya Auliya Putri Awalupi; Keysya Puspita Ladyaningtin
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan tinggi membawa perubahan penting dalam hidup individu, tidak hanya dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk karier, tetapi juga dalam pertumbuhan pribadi. Peran mentoring semakin krusial, bukan hanya untuk bimbingan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan moral mahasiswa. Dalam konteks Muhammadiyah, yang berbasis nilainilai keagamaan Islam, mentoring memiliki dimensi yang dalam. Prinsip-prinsip Islam, seperti moralitas dan tanggung jawab sosial, menjadi landasan kuat dalam membimbing mahasiswa secara holistik. Meskipun penelitian tentang pengaruh mentoring pada mahasiswa telah dilakukan, penelitian khusus pada pengaruh mentoring berbasis prinsip-prinsip Muhammadiyah masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini mengisi celah tersebut dengan mengeksplorasi dampak mentoring Muhammadiyah pada berbagai aspek kehidupan mahasiswa. Melalui analisis literatur, penelitian ini menunjukkan bahwa mentoring Muhammadiyah berpotensi besar dalam membentuk mahasiswa secara holistik, melalui pencapaian akademik dan pengembangan karakter, moralitas, dan motivasi. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang peran mentoring dalam pendidikan Islam dan memberikan pedoman bagi lembaga pendidikan dalam merancang program mentoring yang efektif berbasis nilai-nilai keagamaan.