Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Post-harvest seaweed quality support in Pagarbatu Village, Sumenep, using SWSolar Dryer technology to create competitive seaweed farmers Zuhri, Ach; Ahsan, Agung Firdausi; Saadah, Siti; Ghibran, Moh Iqbal; Aini, Anis Nur
IMPOWERMENT SOCIETY Vol 9 No 1 (2026): February 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30741/eps.v9i1.1735

Abstract

Seaweed is a leading commodity in Sumenep Regency. However, post-harvest quality remains low due to traditional drying methods, which, in turn, affects selling prices and farmer welfare. This community service program aims to improve the quality and competitiveness of seaweed farmers in Pagarbatu Village by applying SW-Solar Dryer technology. Implementation methods include outreach, management and production training, SW-Solar Dryer application, mentoring, and ongoing evaluation with "Kelana" fishing group partners. The results showed that the SW-Solar Dryer can reduce drying time from 2–3 days to just 5–8 hours. It maintains product hygiene because the process is carried out in a closed room. Moisture content produced also meets industry standards. Furthermore, the mentoring program encouraged diversification of processed seaweed-based products. This increased farmers' income and reduced dependence on collectors. Thus, the application of SW-Solar Dryer technology has proven effective in improving post-harvest management, expanding business opportunities, and creating more competitive seaweed farmers.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Rawan Banjir melalui Integrasi EWS dan Sistem Mina-Padi di Desa Marengan Daya Firdausi, Hasanur Mohammad; Hidayat, Nurul; Zuhri, Ach; Ahsan, Agung Firdausi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 6 No. 02 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik: Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Abditek.062.02

Abstract

Desa Marengan Daya, Kabupaten Sumenep, merupakan wilayah agraris yang rentan terhadap banjir musiman yang terjadi 5–7 kali setiap tahun dan berdampak pada produktivitas pertanian serta ketahanan pangan masyarakat. Petani masih mengandalkan pola usaha tani konvensional tanpa dukungan data lingkungan, sementara Karang Taruna belum memiliki kapasitas teknis dalam mitigasi kebencanaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan banjir dan memperkuat ketahanan pangan melalui integrasi Smart Early Warning System (EWS) dan penerapan sistem pertanian adaptif mina-padi, sekaligus memberdayakan Kelompok Tani Suka Maju dan Karang Taruna Desa Marengan Daya. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pelatihan, pendampingan, serta implementasi EWS dan lahan percontohan mina-padi seluas ±200 m². Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan teknis Karang Taruna dalam instalasi dan pengoperasian EWS, serta peningkatan kapasitas petani dalam memanfaatkan data lingkungan, menyusun rencana tanam, dan menerapkan sistem mina-padi. Keberadaan EWS mempercepat respons masyarakat terhadap potensi banjir, sementara mina-padi menjadi alternatif produksi yang adaptif di lahan tergenang. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat efektif dalam membangun desa tangguh banjir sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.