Syamaidar Danis
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Fear Of Missing Out (FOMO) Dan Social Influence Terhadap Impulsive Buying Dalam E-Commerce: Yang Dimediasi Tren Produk Syamaidar Danis; Sri Murwanti
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i2.10299

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan Social Influence terhadap Impulsive Buying yang dimediasi oleh variabel Tren Produk dalam e-commerce di Solo Raya. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berdomisili di wilayah Solo Raya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah dua ratus responden dengan kriteria konsumen e-commerce aktif dan berdomisili di wilayah Solo Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan sumber data yaitu data primer yang didapat melalui pengisian kuesioner yang disebar melalui Google Form. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik non-probability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Tren Produk dalam e-commerce, adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Social Influence terhadap Tren Produk dalam e-commerce, adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Tren Produk terhadap Impulsive Buying dalam e-commerce, adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Impulsive Buying melalui Tren Produk sebagai variabel mediasi, adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Social Influence terhadap Impulsive Buying melalui Tren Produk sebagai variabel mediasi.
Pengaruh Fear Of Missing Out (FOMO) Dan Social Influence Terhadap Impulsive Buying Dalam E-Commerce: Yang Dimediasi Tren Produk Syamaidar Danis; Sri Murwanti
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i2.10299

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan Social Influence terhadap Impulsive Buying yang dimediasi oleh variabel Tren Produk dalam e-commerce di Solo Raya. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berdomisili di wilayah Solo Raya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah dua ratus responden dengan kriteria konsumen e-commerce aktif dan berdomisili di wilayah Solo Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan sumber data yaitu data primer yang didapat melalui pengisian kuesioner yang disebar melalui Google Form. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik non-probability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Tren Produk dalam e-commerce, adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Social Influence terhadap Tren Produk dalam e-commerce, adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Tren Produk terhadap Impulsive Buying dalam e-commerce, adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Impulsive Buying melalui Tren Produk sebagai variabel mediasi, adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara Social Influence terhadap Impulsive Buying melalui Tren Produk sebagai variabel mediasi.
Harmonisasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan: Implementasi Program Pendidikan Kepemimpinan Lintas Agama (PKL) dan Kehidupan Berorganisasi di Kampus untuk Semua Kalangan Farid Eka Saputra; Muhammad Farhan Musyaffa; Fajar Juni Widyanto; Reyyaldi Aprilsa Pratama; Syamaidar Danis; M. Faris Al Faruq
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2025: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harmonisasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi esensi dalam mengembangkan kehidupan beragama yang inklusif di lingkungan kampus. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi Program Pendidikan Kepemimpinan Lintas Agama (PKL) dan kehidupan berorganisasi sebagai sarana untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui analisis kualitatif dan studi kasus, penelitian ini mengungkapkan beragam strategi yang digunakan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam konteks pendidikan dan kehidupan organisasi di kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKL dapat menjadi platform efektif untuk memfasilitasi dialog antaragama dan mempromosikan kerjasama lintas kepercayaan. Selain itu, kehidupan berorganisasi di kampus juga memainkan peran penting dalam memperkuat pemahaman akan pluralitas agama dan budaya. Dengan menerapkan pendekatan inklusif dan berbasis nilai-nilai keadilan serta toleransi, kampus dapat menjadi wahana yang memperkuat hubungan antarumat beragama. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang pentingnya harmonisasi antara Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam konteks pendidikan tinggi. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup pengembangan program pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pada nilai-nilai keagamaan, serta peningkatan pemahaman akan pluralisme agama di kalangan mahasiswa dan staf kampus. Kesimpulannya, integrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui PKL dan kehidupan berorganisasi di kampus dapat menjadi landasan yang kokoh dalam membangun masyarakat kampus yang beragam dan inklusif.