Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Multimoda Transportasi Prodi Diploma Iv Transportasi Laut Bugi Nugraha
Jurnal Syntax Admiration Vol. 4 No. 5 (2023): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v4i5.592

Abstract

The development of teaching materials in this study refers to the ADDIE development model. explained the development of the ADDIE model includes five steps, namely: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The type of data used is quantitative. Data collection is done by means of a questionnaire to determine the level of eligibility of teaching materials. The results of the study showed the feasibility of the Multimodal Transportation Teaching Material product developed which was declared fit for use according to media and material experts with a percentage of 86.59% and 74.39%, According to the cadets' responses, the user response was declared feasible with a percentage of 76.12% so that the product that had been developed was suitable for use as a learning resource in the learning process of the Multimodal Transportation course.
Pentingnya Pemahaman Importir pada Kegiatan Jasa Titip Barang Impor: Studi Kasus Intan Sianturia; Rizqi Aini Rakhman; Bugi Nugraha
Journal of Management and Bussines (JOMB) Vol 6 No 3 (2024): Journal of Management and Bussines (JOMB)
Publisher : IPM2KPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jomb.v6i3.6070

Abstract

This research aims to explore the importance of importers' understanding of imported goods entrustment services. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach, using structured interviews as a data collection technique. The research results highlight problems that often arise in import activities using goods entrustment services, especially related to the importer's lack of understanding of the applicable regulations, which can result in goods being trapped in the Customs inspection process. The existence of the Deposit Service Company (PJT) is considered quite responsive in responding to this problem by providing solutions or alternatives to facilitate the release of imported goods from Customs. However, there is a mistaken perception that PJT can help with the document and licensing process, even though this completeness should be the responsibility of the importer as the owner of the goods. This research concludes that it is important to better educate importers regarding import regulations, as well as a clear role between importers and PJTs in ensuring compliance with applicable procedures. Keywords: Customs, Import, Deposit Service Company
Pengaruh Fasilitas Terminal Penumpang terhadap Kepuasan Pengguna Jasa di Pelabuhan Tanjung Perak Andhika Sandi Putra Pratama; Bugi Nugraha; Eka Nurmala Sari Agustina; Indah Ayu Johanda Putri
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimek.v5i1.5851

Abstract

The Port of Tanjung Perak is intended as the main gateway to connect regions within the country and between countries. With the construction of the GSN Terminal at Tanjung Perak Port, it is hoped that it can be used as access to human mobility so as to provide satisfaction to passengers. The research aims to determine the influence of port facilities consisting of aspects of safety, comfort, convenience and equality on passenger satisfaction. The type of research used in this study is quantitative. This research was carried out at the Port of Tanjung Perak with a time of 1 year. The average daily passenger population in 2024 is 4,593 passengers. The results of the calculation of the Slovin formula can be determined by the number of samples as many as 100 passengers, the data source in this study uses primary and secondary data with data collection techniques, namely: questionnaires, laws and regulations, official government reports, and relevant previous research. The data analysis technique is the Multiple Linear Regression test. The results of this study show that the variables of safety, convenience, and equality in passenger terminal facilities have a positive and significant effect on passenger satisfaction at Tanjung Perak Port. Port facilities have a significant simultaneous effect on passenger satisfaction at Tanjung Perak Port.
Analisis Hubungan Usia, Masa Kerja Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (Studi Kasus Di Pelabuhan Umum Gresik) Shalsa Dhela Putri Rahayu; Bugi Nugraha; Eddi Eddi; Anjar Pamungkas
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10542

Abstract

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta menganalisis hubungan karakteristik tersebut dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional deskriptif dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pada 50 responden. Data dianalisis secara deskriptif dan frekuensi kemudian dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) berusia lebih dari 25 tahun, memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun, dan tingkat pendidikan didominasi lulusan Sekolah Dasar. Tingkat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berada pada kategori tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,352 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Nilai p-value = 0,017 (p < 0,05) menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara masa kerja dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta nilai p-value = 0,046 (p < 0,05) menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dengan masa kerja lebih lama dan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung lebih patuh dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang layak, serta pelatihan keselamatan kerja berkelanjutan untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja.
Evaluasi Penurunan Kecelakaan Kerja di Kapal Melalui Penerapan Aturan Emas HSSE Secara Efektif Inaya Ajeng Larasati; Romanda Annas Amrullah; Vigih Hery Kristanto; Bugi Nugraha
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i1.839

Abstract

In the shipping industry, safety on board is one of the serious challenges that must be addressed due to the high risk of occupational accidents. PT X implements the HSSE Golden Rules, which consist of the principles of compliance, intervention, and care as a preventive measure to reduce the level of work accident.. This study aims to analyze the implementation of HSSE Golden Rules in reducing the level of work accidents on board PT X. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of interviews (through online forms) and documentation of unsafe action, unsafe condition, and nearmiss reports. The data analysis technique used is Strengths, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT) analysis. The result show that the HSSE Golden Rules are eable to reduce the level of work accidents on ships, as evidenced by the decrease in the number of unsafe action, unsafe condition, and nearmiss reports from 2023 to 2024. More structured reports that include corrective actions indicate the formation of a better reporting and prevention culture. It can be concluded that the implementation of HSSE Golden Rules is effective in forming a safety culture and can reduce the level of work accidents on PT X ships.
Pengaruh Pelayanan Jasa Keagenan Kapal Tanker terhadap Tingkat Kepuasan Konsumen di PT Pertamina Trans Kontinental Addis Janitra Khafi; Indah Ayu Johanda Putri; Bugi Nugraha; Henna Nurdiansari
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1824

Abstract

Sektor maritim Indonesia yang menyumbang 7% PDB nasional pada 2025 sangat bergantung pada jasa keagenan kapal tanker, namun terdapat kesenjangan kualitas pelayanan. Penelitian ini menguji pengaruh pelayanan jasa keagenan terhadap kepuasan konsumen di PT Pertamina Trans Kontinental. Menggunakan desain kuantitatif kausal, data primer dikumpul melalui kuesioner skala Likert dari 62 kru kapal tanker dengan purposive sampling. Analisis regresi linier sederhana, validitas, reliabilitas, uji-t, dan koefisien determinasi dilakukan menggunakan SPSS versi 26. Hasil menunjukkan pengaruh positif signifikan (Y = 7,491 + 0,805X; t = 48,193, p < 0,001; R² = 97,4%), dengan kualitas pelayanan menjelaskan 97,4% variasi kepuasan. Konsumen merasa puas dengan tersedianya fasilitas komputer, software manajemen, email perusahaan, dokumen dan formulir yang berstandar, sarana transportasi speedboat dan mobil, ruang pelayanan yang nyaman, identitas agen, serta data base pelanggan.Simpulan penelitian menyatakan peningkatan responsivitas dan keandalan keagenan mendorong kepuasan konsumen, mendukung efisiensi maritim nasional.
Analisis Penyebab Cargo Off Spec pada Muatan Biosolar (B40) dengan Fishbone Analysis: (Studi Kasus: MT. Gunung Kemala) Dinar Islami Rachmayanti; Muhammad Imam Firdaus; Bugi Nugraha; Dety Sutralinda
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1440

Abstract

Penggunaan bahan bakar alternatif berbasis sumber daya alam terbarukan telah menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah penggunaan Biosolar (B40) yang merupakan campuran antara 40% FAME (Fatty Acid Methyl Ester) dan 60% Solar. Namun dalam operasional pelayaran, sering dijumpai kasus cargo off spec, yaitu penyimpangan mutu muatan yang tidak lagi memenuhi standart kualitas. Masalah ini berdampak besar, baik secara finansial, hukum, maupun reputasi Perusahaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui: 1) Apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya cargo off spec di kapal MT. Gunung Kemala 2) Bagaimana upaya pencegahan yang harus dilakukan untuk menghindari cargo off spec di kapal MT. Gunung Kemala. Penelitian ini menggunakan metode fishbone analysis sebagai teknik analisis data untuk mencari permasalahan secara mendalam. Berdasarkan analisis faktor penyebab cargo off spec di MT. Gunung Kemala antara lain usia kapal yang sudah tua mempengaruhi kondisi tangki, sifat muatan Biosolar (B40) yang sensitif, kondisi lingkungan seperti cuaca dan perubahan suhu yang tidak stabil, serta operasi intertank yang meningkatkan risiko pencampuran sludge ke cargo. Upaya yang dapat dilakukan agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali adalah dengan menerapkan jadwal tank inspection, pengendalian udara (oxygen exclusion), optimalisasi kinerja sistem ventilasi (optimalized venting system), pemanfaatan P/V Valves, pengambilan sampel dan pengujian, serta pelatihan awak kapal. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor utama penyebab cargo off spec pada muatan Biosolar (B40) akibat degradasi kondisi fisik tangki cargo yang secara langsung dipengaruhi oleh usia kapal (ageing factor), selain itu karakteristik Biosolar (B40) yang higroskopis, serta potensi degradasi selama proses intertank turut menjadi faktor pendukung terjadinya cargo off spec.
Analisis Pengaruh Penerapan Safety Observation Card (Soc) Terhadap Persepsi Tingkat Kecelakaan Kerja di Kapal PT Meratus Line Naurah Maryam Kaltsum; Romanda Annas Amrullah; Ita Masita; Bugi Nugraha
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i5.11108

Abstract

Minimnya kesadaran crew kapal yang menyebabkan masih terdapat insiden kecelakaan kerja terhadap kondisi dan tindakan tidak aman, serta penerapan SOP yang belum optimal dalam aktivitas operasional, membuktikan pentingnya penerapan SOC dalam mendukung implementasi ISM Code dalam mendukung penurunan tingkat kecelakaan kerja diatas kapal. Penelitian ini menganalisis pengaruh penerapan Safety Observation Card (SOC) terhadap persepsi tingkat kecelakaan kerja di kalangan crew kapal milik PT. Meratus Line. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan eksplanatori dengan desain regresi linier sederhana untuk menguji hubungan kausal antara penerapan SOC (variabel independen) dan persepsi tingkat kecelakaan kerja (variabel dependen). Populasi terdiri dari seluruh crew yang terlibat dalam penggunaan SOC, dengan sampel 76 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria masa kerja minimal enam bulan dan pengalaman mengisi SOC. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert (1–5) dan didukung dokumen laporan SOC, lalu dianalisis secara deskriptif dan dengan regresi linier sederhana melalui SPSS. Hasil menunjukkan penerapan SOC berada pada kategori sangat baik (mean 4.33), sedangkan persepsi terhadap tingkat kecelakaan kerja tergolong rendah (mean 1.629). Hasil regresi menunjukkan pengaruh negatif signifikan (R² = 0,574), artinya peningkatan penerapan SOC menurunkan persepsi tingkat kecelakaan kerja.
Optimizing Lifeboat Maintenance to Ensure They Are Suitable for Use in the Event of an Accident Diaz Arifiansyah; Muhamad Imam Firdaus; Bugi Nugraha; Dety Sutralinda
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i2.462

Abstract

Maritime transport supports 80% of global trade, but inconsistent lifeboat maintenance threatens emergency safety, especially on Indonesian short voyage vessels such as the MV Tanto Bersinar. This study identifies factors inhibiting lifeboat maintenance optimization and proposes procedures in accordance with SOLAS. Using a qualitative descriptive method, purposive sampling targeted key crew (Third Officer, Third Engineer) for 12 months through interviews, observations, literature studies, and documentation. Data analysis followed reduction, presentation, and conclusion. The results found davit corrosion, wire rope friction, no engine test-run, incomplete PMS documentation, and limited short voyage time as gaps to SOLAS III/20 and MSC.402(96). Optimization requires scheduled operational tests, certified training, and spare parts stock. The conclusion recommends strengthening the PMS and authorized servicing for lifeboat readiness, minimizing evacuation risks
Analisis Hubungan Usia, Masa Kerja Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (Studi Kasus Di Pelabuhan Umum Gresik) Shalsa Dhela Putri Rahayu; Bugi Nugraha; Eddi Eddi; Anjar Pamungkas
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v7i3.10542

Abstract

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta menganalisis hubungan karakteristik tersebut dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional deskriptif dan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pada 50 responden. Data dianalisis secara deskriptif dan frekuensi kemudian dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) berusia lebih dari 25 tahun, memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun, dan tingkat pendidikan didominasi lulusan Sekolah Dasar. Tingkat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berada pada kategori tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,352 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Nilai p-value = 0,017 (p < 0,05) menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara masa kerja dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta nilai p-value = 0,046 (p < 0,05) menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dengan masa kerja lebih lama dan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung lebih patuh dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang layak, serta pelatihan keselamatan kerja berkelanjutan untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja.