Perkembangan budaya populer Jepang, khususnya anime, telah memengaruhi pola konsumsi hiburan anak-anak di Indonesia, termasuk pada anime bergenre dewasa seperti High School Dxd. Pada penelitian ini dilandasi oleh fenomena meningkatnya minat anak-anak terhadap tontonan yang mengandung adegan sensual dan romantis, meskipun tidak sesuai dengan batasan usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi anak-anak terhadap konten dewasa dalam anime High School DxD, serta mengidentifikasi faktor yang mendorong mereka menonton anime tersebut. Penelitian ini menggunakan Teori Jarum Suntik Hipodermik yang memandang media memiliki pengaruh langsung, cepat, dan signifikan terhadap audiens. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan anak-anak serta orang tua atau wali, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak tertarik menonton High School Dxd karena visualisasi karakter yang menarik, adegan romantis, serta pengaruh teman sebaya dan kemudahan akses melalui platform digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir dan perilaku anak, sehingga diperlukan pengawasan serta edukasi yang tepat agar anak lebih selektif dalam memilih tontonan. penelitian ini menjelaskan analisis preferensi penonton anak-anak pada konten dewasa pada film anime High School Dxd, yaitu preferensi audiens terhadap karakter dan adegan, kemudahan akses streaming serta pemahaman audiens terhadap isi pesan dan film dan adapun faktor pendorong audiens untuk menonton film High School Dxd yaitu faktor sosial, faktor budaya, faktor agama Kata kunci: preferensi penonton, anak-anak, High School Dxd, konten dewasa.