Perubahan teknologi komunikasi di era digital telah melahirkan pola interaksi baru, termasuk fenomena sleep call yang marak dilakukan generasi Z, khususnya mahasiswa. Aktivitas ini merujuk pada kebiasaan pasangan melakukan percakapan melalui telepon atau video call hingga tertidur bersama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sleep call sebagai bentuk komunikasi intim yang berfungsi memperkuat keterikatan emosional mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap delapan informan, serta dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Teori Penetrasi Sosial Altman dan Taylor digunakan sebagai kerangka konseptual untuk memahami tahapan perkembangan hubungan interpersonal melalui pengungkapan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sleep call bukan sekadar percakapan rutin, melainkan media intim yang memperkuat kepercayaan, keterbukaan, empati, serta sikap mendukung antar pasangan. Aktivitas ini menciptakan persepsi kehadiran pasangan dalam keseharian, sehingga mampu menumbuhkan rasa nyaman dan komitmen emosional. Namun, penelitian juga mengidentifikasi dampak negatif berupa potensi ketergantungan emosional, terganggunya kualitas tidur, serta konflik akibat perbedaan kesibukan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian komunikasi interpersonal dengan menambahkan perspektif tentang komunikasi intim berbasis teknologi. Secara praktis, hasilnya dapat menjadi refleksi bagi mahasiswa maupun generasi muda untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sleep call sehingga mampu memperkuat ikatan emosional tanpa menimbulkan dampak yang merugikan.