Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah tinggi kronis yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular serius dan menjadi penyebab utama morbiditasserta mortalitas di dunia, termasuk Indonesia, dengan prevalensi mencapai 34,1% pada populasi umum dan 69,5% pada lansia usia ≥75 tahun (WHO, 2023; Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2023). Penyebab hipertensi multifaktorial meliputi faktor genetika, penuaan vaskular, pola makan tidak sehat, sertakurangnya aktivitas fisik, yang secarasignifikan memengaruhi kejadian hipertensi pada lansia (Widiyono et al., 2022; Meher et al., 2023). Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan pola makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian hipertensi pada lansia di Komunitas Kelapa Gading. Metode: Penelitian ini merupakan studianalitik observasional desktiprif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 80 lansia di Komunitas Kelapa Gading menggunakan teknik convenience sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanandarah serta kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Analisismenggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 62,5% responden mengalami hipertensi. Terdapathubungan signifikan antara pola makan denganhipertensi (p<0,001) dan aktivitas fisik denganhipertensi (p<0,001). Lansia dengan polamakan buruk dan aktivitas fisik rendahcenderung memiliki tekanan darah yang lebihtinggi. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi masalah serius pada lansia di Komunitas Kelapa Gading, terutama pada tahap 2 dengan risiko komplikasi tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara polamakan dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi, di mana lansia dengan pola makanburuk dan aktivitas fisik rendah lebih rentan mengalami hipertensi. Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup melalui edukasi polamakan sehat dan peningkatan aktivitas fisik perlu menjadi fokus utama intervensi kesehatan.