Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Sharia Financial Literacy To Improve Understanding And Competitiveness Of Msmes In Gunung Putri Village: Literasi Keuangan Syariah Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Daya Saing Umkm Desa Gunung Putri Fauzan Romadhian Khairi; Agus Putrono; Abdurrahman Hakim; Ahmad Royyan Firdaus; Siti Maryam
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Bisma) Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Bisma)
Publisher : Universitas Darunnajah, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61159/bisma.v3i2.684

Abstract

Abstract Sharia financial literacy is key to improving the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in rural areas, including Gunung Putri Village, Bogor Regency. This study aims to analyze the level of understanding of Sharia financial literacy, the impact of education on MSMEs' understanding, and formulate effective strategies to improve the competitiveness of MSMEs in Gunung Putri Village, Bogor Regency, West Java. Using a qualitative approach with case studies, data were collected through interviews, questionnaires, and observations of 50 MSMEs in Gunung Putri Village. The results indicate that the level of Sharia financial literacy among MSMEs in Gunung Putri Village is very low. Initial observation data showed that only 10 people (20%) understood the basic concepts of Sharia finance and 40 people (80%) did not understand the concept. Through the Sharia financial literacy education seminar, it has had a significant impact in increasing MSMEs' understanding of the concepts, products, and services of Sharia banking. To support and enhance the competitiveness of MSMEs in Gunung Putri Village, four relevant strategies have been formulated for adoption: collaboration between institutions, strengthening digitalization, empowering communities through PKK (Family Welfare Movement) and mosque-based training, and monitoring and evaluating activities at least once every six months. These four strategies are expected to help MSMEs in Gunung Putri Village enter the halal industry ecosystem, a business trend in this digital era. Keywords: Sharia Financial Literacy, MSMEs, Competitiveness, Gunung Putri Village, Halal Economic Education.
Prinsip Fiskal Islam dan Tata Kelola Anggaran Negara: Tinjauan Kritis APBN Indonesia Tahun 2025 Fauzan Romadhian Khairi
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2026): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v10i1.1012

Abstract

Dinamika perekonomian global tahun 2025 yang diwarnai konflik geopolitik, perang tarif, fragmentasi perdagangan, hingga transformasi digital menuntut penataan ulang kebijakan fiskal domestik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia Tahun Anggaran 2025 di tengah gejolak global serta mengevaluasi keselarasan kebijakan instrumen pendapatan dan pembelanjaannya dengan prinsip-prinsip fiskal Islam, khususnya pemikiran Ibnu Khaldun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis konten (content analysis) berlandaskan perspektif sejarah fiskal Islam. Data yang digunakan mencakup data kualitatif dan kuantitatif dari dokumen resmi APBN 2025 Kementerian Keuangan RI, Inpres No. 1 Tahun 2025, serta teks klasik Muqaddimah karya Ibnu Khaldun sebagai pisau analisis utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan APBN 2025 secara teoritis telah sejalan dengan prinsip fiskal Islam. Dari sisi penerimaan, strategi ekspansi basis pajak dan insentif terarah sesuai dengan prinsip perpajakan proporsional Ibnu Khaldun yang berkeadilan dan tidak membebani rakyat secara berlebihan. Dari sisi pembelanjaan, efisiensi anggaran non-prioritas/non-produktif sebesar Rp306,7 triliun yang dialokasikan kembali untuk program prioritas (Makan Bergizi Gratis dan Proyek Strategis Nasional) mencerminkan prioritisasi belanja berbasis kemaslahatan publik (maqāṣid al-sharīʿah).