Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Subtitusi Pozolan Dan Penambahan Serat Karet Ban Bekas Kendaraan Terhadap Kuat Tarik Belah Beton Normal Imransyah Idroes; Fikri Harli; Bunyamin
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v1i2.320

Abstract

Used tires are one of the largest contributors to inorganic material wasted, as a result of the rapidly increasing growth of vehicles. The use of waste tires as a substitute material or as an enhancer in a concrete mixture reduces the level of environmental pollution. The quality of the plan on the concrete plan is f'c 17 MPa is the minimum requirement for structural concrete in SNI 2847-2019. This study was conducted on 20 test objects measuring 15 x 30 cm, 15 test objects using 5%, 10%, and15% used vehicle tire fiber and 10% pozzolana, while for comparison, 5 pieces of normal concrete test objects were used. The method used in this study was to use SNI 03-2491-2002, SNI 2460-2014, SNI 2847-2019, ACI 2.11.1-91, and ASTM C 618-03. The tensile strength of normal concrete is 2.44 MPa and its variations are 2.34 MPa, 2.27 MPa, and 2.23 MPa, respectively. The ratio of the tensile strength of compressive strength to the normal concrete specimens, materials, and designs and their corresponding variations is 13.34%, 19,14%, 19,19%, and 20,52%. As well as the ratio of tensile strength of split and normal concrete of 17 MPa in a row is 13.37%, 13.34%, and 13.09%.
Analisa Perbandingan Waktu, Biaya dan Tenaga Kerja pada Pekerjaan Pengecoran Plat Lantai Menggunakan Concrete Lift dan Concrete Pump pada Pembangunan Gedung Bertingkat (Studi Kasus : Pembangunan Gedung Pusdalops Tahap III Kota Banda Aceh) Habibi, Muhammad; Heru Pramanda; Imransyah Idroes; Dedek Ariansyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.432

Abstract

Pembangunan Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Kota Banda Aceh pada tahun 2022 ialah lanjutan tahap ke-3 dengan nilai kontrak Rp. 4.743.223.815,00 untuk melanjutkan pekerjaan dari lantai 2 sampai dengan lantai 3 dan finishing yang dikerjakan oleh PT. Harum Jaya dengan masa kontrak dari 20 April 2022 sampai dengan 16 Desember 2022. Letak lokasi proyek berada di Gampong Ilie Kec. Ulee Kareng kota Banda Aceh dengan kondisi exsisting terdapat rumah penduduk dan sekolahan yang membuat lokasi proyek ini sedikit sempit. Permasalahan yang muncul adalah kurangnya ruang untuk menempatkan alat truck mixer dan concrete pump untuk berdiri secara bersamaan, sehingga mempengaruhi waktu pelaksanaan pekerjaan, biaya dan jumlah tenaga kerja, dengan mempertimbangkan permasalahan tersebut penulis membuat perbandingan antara penggunaan alat concrete pump dan concrete lift. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua peralatan tersebut, sehingga didapatkan peralatan mana yang lebih efesien digunakan saat pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu kuantitatif dan survey lapangan, kuantitatif digunakan untuk menghitung waktu, biaya dan tenaga kerja dari alat concrete pump dengan mengikuti nilai koefesien dari AHSP SNI tahun 2016, sedangkan untuk alat concrete lift menggunakan metode survey dengan melakukan pengamatan langsung untuk memperoleh data yang diperlukan. Hasil dari penelitian ini didapatkan waktu pengecoran dua segmen menggunakan alat concrete lift memerlukan waktu 443,16 menit (7,39 jam) dan alat concrete pump membutuhkan waktu 40,30 menit (0,67 jam). Tenaga kerja yang dibutuhkan alat concrete lift adalah 26 orang dan alat concrete pump membutuhkan 32 orang. Selanjutnya pada biaya untuk alat concrete pump adalah sebesar Rp. 43.365.000,00 dan biaya yang diperlukan alat concrete lift adalah sebesar Rp. 27.545.886,14. Pada Bagan balok (Barchart) alat concrete lift lebih efisien dalam bagian tenaga kerja dan biaya, sedangkan alat concrete pump lebih unggul dalam waktu pelaksanaan.