Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Kinerja Ruas Jalan Hasan Saleh akibat Hambatan Samping (Studi Kasus Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh) Armia Armia; Dedek Ariansyah; Rafika Muhnita Yusputri
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v14i1.2880

Abstract

Salah satu lokasi rawan kemacetan di Kota Banda Aceh berada pada ruas Jalan Hasan Saleh, Kecamatan Baiturrahman yang menyebabkan kapasitas dan kinerja jalan menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja lalu-lintas pada ruas Jalan Hasan Saleh. Untuk menganalisa kinerja jalan ini digunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil pengamatan geomterik jalan didapatkan klarifikasi jalan berupa (2/2 UD) dengan lebar penampang melintang jalan 14 m dan lebar masing-masing 3,50 m serta ukuran bahu jalan yaitu 2 m yang dimanfaatkan beberapa PKL untuk berjualan maka didapat volume lalu-lintas puncak dari tiga hari pengamatan pada ruas Jalan Hasan  Saleh yaitu pada hari Minggu 14 November 2021 terjadi pada pukul 17.00 - 18.00 WIB sebesar 1.452,45 smp/jam dan hari Kamis 18 November 2021 terjadi pada pukul 08.00 - 09.00 WIB sebesar 1.662,8 smp/jam serta hari Senin 22 November 2021 terjadi pada pukul 07.00 - 08.00 WIB sebesar 2.006,8 smp/jam. Sehingga kecepatan kendaraan dapat menurun dan untuk derajat kejenuhan dari jam puncak selama tiga hari pengamatan sebesar 0,79. Maka dapat disimpulkan bahwa untuk tingkat pelayanan pada ruas Jalan Hasan Saleh dapat digolongkan pada kelas D sesuai yang disyaratkan MKJI yaitu arus mulai tidak stabil, kecepatan arus bebas ≥ 40 serta DS = ≤ 0,93.
Studi Kelayakan Penggantian Jembatan Dengan Metode Value Engineering (Studi Kasus : Jembatan Kr. Kareung Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar) Fatharani, fatharani; Dedek Ariansyah; Heru Pramanda
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 3 (2023): November
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i3.623

Abstract

Jembatan Kr. Kareung adalah salah satu Jembatan yang sangat sering dilalui masyarakat di Kabupaten Aceh Besar. Value Engeneering adalah penghematan biaya tanpa mengurangi kuantitas dan kualitas. Berdasarkan hasil analisa nilai (value engineering) yang telah dilakukan dengan lima tahap job plan, yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahapan rekomendasi/pengembang, dan pelaporan didapat dua alternatif yang dapat dipakai untuk mengganti pekerjaan pemasangan dengan menggunakan pedoman RAB penelitian terdahulu sebagi acuan, yaitu dengan menggunakan girder PCI dan menggunakan Steel Box Girder dengan ukuran 19,6×80. Penghematan yang didapat adalah girder PCI adalah sebesar Rp. 2.873.812.947 atau sebesar 42% dari harga RAB awal, dan steel box girder mendapat penghematan sebesar Rp. 2.192.699.627 atau sebesar 32% dari harga RAB awal. Penghematan yang dapat diberikan dari analisis ini adalah dengan menggunakan alternatif 1 atau menggunakan girder PCI dengan biaya awal sebesar Rp. 6.866.538.000 dan setelah mengganti item pekerjaan dengan girder PCI sebesar Rp. 3.992.725.053 dengan penghematan biaya sebesar Rp. 2.873.812.947 atau sebesar 42%. Maka pada penelitian ini peneliti mengambil penghematan menggunakan alternatif 1 karena biaya lebih murah, dan girder PCI mempunyai mutu yang sesuai standar yang ada.
Perencanaan Penjadwalan Tenaga Kerja Menggunakan Metode Minimum Moment Algorithma (MMA) (Studi Kasus Pembangunan Gedung Pemadam Kebakaran, Gayo Lues) Ali Muhammad, Ali; Amir Mukhlis; Dedek Ariansyah; M. Reza Hani
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 3 (2023): November
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i3.626

Abstract

Proyek konstruksi berkembang semakin besar dan rumit dewasa ini baik dari segi fisik maupun biaya. Untuk menyelenggarakan suatu proyek pembangunan, salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan dalam pembangunan adalah faktor sumber daya manusia. Dengan demikian apabila penjadwalan tenaga kerja tidak efektif maka usaha-usaha mencapai keberhasilan dari pelaksanaan pembangunan tersebut akan mengalami keterlambatan dan kenaikan biaya. Permasalahan dalam perencanaan ini adalah bagaimana mengatur kebutuhan tenaga kerja pada setiap kegiatan yang dilaksanakan agar lebih efektif dan efisien. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk untuk mendapatkan penggunaan sumber daya   manusia   agar   fluktuasi   yang   terjadi  tidak  terlalu  tajam  dengan  menggunakan pemerataan sumber daya (resource leveling) yaitu dengan metode minimum moment algorithm (MMA) sedangkan penjadwalan dilakukan dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Hasil perencanaan pejadwalan tenaga kerja yang meliputi pekerja dan tukang didapatkan faktor perbaikan (IF) untuk aktivitas yang mempunyai free float (FF) yaitu aktivitas J, I, dan S, Untuk aktifitas J, I, dan S, nilai IF yang didapat masih ada yang bernilai positif sehingga dihitung kembali nilai IF untuk aktifitas tersebut. Perbandingan histogram sumber daya yang terjadi tidak begitu signifikan, ini karena perbaikan yang terjadi hanya pada aktivitas yang memiliki free float (FF).
Perencanaan Rute Feeder Trans Koetaradja Pada Rute Simpang Rima – Ulee Lheue Saputra, Julianda; Bunyamin Bunyamin; Dedek Ariansyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v3i1.713

Abstract

Dengan adanya kebutuhan untuk perencanaan Angkutan pendukung utama dari Trans Koetaradja yang selama ini hanya melayani koridor utama. Namun kenyataannya Trans Koetaradja masih belum memadai dikarenakan banyak daerah tidak terlayani, jarak halte dengan perumahan masyarakat yang jauh, tidak adanya angkutan feeder di jalan perumahan penduduk, yang merupakan bentuk integrasi kegiatan sektor transportasi khususnya angkutan Pengumpan atau feeder. Integrasi ini diarahkan lebih kepada fasilitasi jasa layanan Angkutan Trans Koetaradja, sehingga diharapkan akan meningkatkan kenyamanan, kelancaran didaerah yang belum terpenuhi angkutan feeder. Adapun data primer yang digunakan adalah kondisi eksisting rencana rute feeder yang akan di lalui, data pengamatan TGL, kapasitas, kecepatan, survei manajemen angkutan umum pada bus uji coba yang dioperasionalkan dan survei kantong penumpang pada rencana rute feeder sebagai dasar menentukan lokasi Shelter, sedangkan data sekunder berupa peta tata guna lahan pada area yang dikaji. Hasil analisa dari data survei yang telah dilakukan adalah C = 2942,34 segmen 1, C = 3041,52 segmen 2, dan C = 2321,16 segmen 3. Volume lalu lintas pada segmen 1 adalah 302,3 smp/jam, 197,0 segmen 2 dan 187,7 pada segmen 3. Level Of Service (Los) pada 3 segmen adalah B. Kecepatan rata-rata pada ketiga ruas berkisar 40 – 43 km/jam. Load Factor pada bus uji coba Simpang Rima – Simpang Uleelheu adalah 6% perhari.
Analisa “What If” Sebagai Metode Antisipasi Keterlambatan Durasi Proyek Pembangunan Gedung A Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Banda Aceh Hirzi, Muhammad; Dedek Ariansyah; David Sarana
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v3i1.726

Abstract

Proyek adalah suatu kegiatan investasi yang menggunakan faktor–faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa tertentu yang dapat diharapkan dapat memperoleh keuntungan dalam suatu periode tertentu. Penjadwalan proyek merupakan salah satu elemen perencanaan yang memberikan informasi tentang jadwal perencanaan dan kemajuan dalam hal kinrja tenaga kerja, sumber daya biaya, peralatan, dan material serta rencana durasi proyek dan progress waktu dalam penyelesaian suatu proyek. Proyek Pembangunan Gedung A Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh ini dilakukan oleh Dinas Permukiman Provinsi Aceh (Dinas Perkim) yang bertujuan sebagai suatu inovasi, bentukdukungan, dan sebagai bukti dalam merealisasikan gerakan bangunan ramah lingkungan (Go Green) di wilayah Aceh. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendapatkan gambaran serta menentukan opsi dan metode pengurangan waktu kritis yang optimal pada item-item pekerjaan tersebut. Manfaat dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui keterlambatan pengerjaan dalam suatu proyek dan dapat memproyeksikannya. Ruang Lingkup masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Data yang digunakan yaitu dokumen; Rencana Anggaran Biaya (RAB), Penjadwalan, dan data Ketenaga kerjaan proyek tahap 1 (satu) tahun anggaran 2021. Metode Penelitian menggunakan metode CPM.Analisis data menggunakan metode analisa deskriptif. Analisa berarti data yang sudah ada diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil akhir yang dapat disimpulkan.Hasil yang dicapai tidak ada keterlambatan pada pembangunan struktur dari durasi 90 hari pada time schedule setelah dilakukan penelitian mengunakan microsoft project terjadi pengurangan durasi menjadi 64 hari jadwal pelaksanaan pekerjaan pada kontrak pekerjaan sehingga hasil analisis tidak perlu dilakukan penambahan jam kerja dan tenaga kerja.
Analisis Waktu Menggunakan Microsoft Project Pada Pekerjaan Gedung A1 Pemondokan Upt. Asrama Haji Embarkasi Aceh Zaiyanna Fitri; Dedek Ariansyah; Heru Pramanda
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v1i2.316

Abstract

With current technological developments, it affects construction management where computer programs can simplify the process of making reports, activities, controlling, and controlling the activities of a project. The object of this research is the A1 Building for the Hajj Embarkation Dormitory in Aceh, which is located on Teuku Nyak Arief Street, Kuta Alam District, Banda Aceh City. This building project is scheduled for 180 days starting from 05 July 2021-05 December 2021 with a budget of Rp 28,370,150,000.00 (Twenty Eight Billion Three Hundred Seventy Million One Hundred Fifty Thousand Rupiah). an effective and efficient time duration is obtained by reviewing structural work from the 1st, 2nd, 3rd, 4th, and rooftop floors. Primary data obtained are the number of workers. Secondary data is obtained from literature studies and related agencies as build drawing and time schedule. The results of the research are that there is an accelerated time duration for structural work from 91 days to 85 days with an initial work date of 09 August 2021- 07 November 2021 to 09 August 2021-01 November 2021. The benefit of the research is to provide solutions the fastest time by comparing the time schedule obtained from contractors and Microsoft Project 2019 software.
Studi Kelayakan Paska Pembangunan Pasar Al-Mahirah Kota Banda Aceh Chairul Humam; Dedek Ariansyah; Bunyamin
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v1i2.321

Abstract

Banda Aceh city is the capital of Aceh province, there are many developments such hotels, apartments, and malls. Whether the existing development in accordance with the feasibility analysis. The purpose of this thesis is to determine the financial feasibility of the Al-Mahirah Market Development Project. This research is about the feasibility or not of a project. sensitivity analysis if increased costs and increased benefits respectively 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%. From the analysis of financial feasibility test with NPV, BCR, IRR, and PP method using 6.99% interest rate under normal conditions, the Market Development Project is feasible to operate. Obtained a positive value of NPV is 6.99% (MARR) which is equal to 5.8977%. Judging from the value of IRR 5.8977% < 6.99% (not feasible). From the 6.99% interest rate sensitivity test with NPV and BCR methods, the market development project is feasible to operate. NPV positive value is obtained, if there is an increase in costs and benefits by 30%, and the value of BCR > 1 of 1.0087, and the value of IRR < 6.99% interest rate (MARR) of 5.8977%. Of the IRR value (unfit). Feasible development projects are implemented using three methods namely, NPV, BCR, and PP.
Analisa Produktivitas Dan Efektivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Peningkatan Jalan Irigasi Kr. Jreu Kec. Indrapuri Muhammad Aris; Heru Pramanda; Febrina Dian Kurniasari; Dedek Ariansyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.422

Abstract

Proyek pembangunan jalan bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas dengan melakukan pengaspalan yang tentunya menggunakan peralatan berat sehingga diperlukan perencanaan yang akurat dan optimal. Oleh karena itu diperlukan suatu analisa produktivitas dan efektivitas alat berat pada pekerjaan peningkatan jalan Irigasi Kr. Jreu Kec. Indrapuri, dengan menggunakan data gambar kerja, gambar proyek, data alat berat dan time schedule dengan ketentuan Bina Marga 2018, yang bertujuan untuk menghitung kapasitas produksi alat yang akan digunakan dan waktu kerja yang diperlukan pada proyek tersebut. Adapun hasil yang didapatkan yaitu produktivitas pada pekerjaan base dan perkerasan aspal untuk excavator dengan nilai produktivitas per jam sebesar 189,71 Jam/m3 dalam satu hari 1328,00 m3/hari. Dump truck per jam adalah 31,96 Jam/m3 dalam satu hari 223,71 m3/hari, tandem roller perjam 128,97 m3/jam dan per hari 902,79 m3/hari. motor grader perjam adalah 188,30 m3/jam dan perhari sebesar 1318,14 m3/hari. water tank perjam 124,50 m3/jam dan perhari 871,50 m3/hari. Asphalt Finisher perjam yaitu 125,93 m3/jam dan perhari sebesar 871,50 m3/hari. jumlah excavator, tandem roller, motor grader dan water tank sebanyak 1 unit, dan dump truck 6 unit, Sedangkan dump truck yang ada dilapangan hanya ada 4 unit. Durasi dari tiap alat berat yang digunakan pada pekerjaan base memiliki durasi 2 hari, sedangkan untuk pekerjaan perkerasan aspal memiliki durasi 1 hari.
Identifikasi Dampak Pembangunan Konstruksi Pada Masa Covid-19 Di Kota Banda Aceh Agustiar Maulia; Dedek Ariansyah; B Bunyamin
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.426

Abstract

Wabah Corona (Covid-19) yang menyebar diseluruh dunia saat ini memberikan pengaruh di segala bidang, salah satunya pada pekerjaan konstruksi. Sehingga menimbulkan dampak risiko. Penelitin ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berpengaruh terhadap kondisi pembangunan konstruksi dan untuk menganalisis faktor risiko paling dominan. Ruang lingkup penelitian ini adalah, lokasi penelitian terletak di Kota Banda Aceh, responden ditujukan kepada perusahaan kontraktor proyek konstruksi yang ada di Kota Banda Aceh dengan kualifikasi Menengah (M) dan Kecil (K) dan berjumlah 50 orang.  Faktor risiko di teliti adalah Material (bahan bangunan), Manpower (tenaga kerja), Money & Machiner (uang dan peralatan) dan Method (metode yang diterapkan). Hasil pengujian instrument dilakukan dengan menggunakan analisis faktor yaitu dengan menggunakan metode Kaiser-Mayer-Olkin Measure of Sampling Adequacy (KMO MSA) didapatkan untuk seluruh variabel > 0,50 dan nilai Bartlett?s Test of Sphericity (Sig.) < 0,05, sehingga untuk semua variabel data dinyatakan valid dan reliabel. Hasil analisis deskriptif diketahui risiko yang paling dominan terjadi pada variabel X1 “Bahan Bangunan (Material)” diperoleh pada indikator X1.4 dengan nilai mean 3,66. Hasil analisis risiko dengan menggunakan probability impact matriks terdapat 5 indikator dengan risiko sedang (medium risk) dan 17 indikator dengan risiko rendah (low risk). Risiko dominan tersebut yaitu pada variabel X1 “Bahan Bangunan (Material)” terdapat pada indikator X1.1 dengan nilai 8,200 (medium) dan pada indikator X1.3 dengan nilai 8,260 (medium). Selanjutnya pada variabel X3 “Uang & Peralatan (Money & Machiners)” terdapat pada indikator X3.3 dengan nilai 8,740 (medium) dan pada indikator X3.5 dengan nilai 8,060 (medium). Kemudian pada variabel X4 “Metode (Method)” terdapat pada indikator X4.1 dengan nilai 8,060 (medium).
Analisa Perbandingan Waktu, Biaya dan Tenaga Kerja pada Pekerjaan Pengecoran Plat Lantai Menggunakan Concrete Lift dan Concrete Pump pada Pembangunan Gedung Bertingkat (Studi Kasus : Pembangunan Gedung Pusdalops Tahap III Kota Banda Aceh) Habibi, Muhammad; Heru Pramanda; Imransyah Idroes; Dedek Ariansyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.432

Abstract

Pembangunan Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Kota Banda Aceh pada tahun 2022 ialah lanjutan tahap ke-3 dengan nilai kontrak Rp. 4.743.223.815,00 untuk melanjutkan pekerjaan dari lantai 2 sampai dengan lantai 3 dan finishing yang dikerjakan oleh PT. Harum Jaya dengan masa kontrak dari 20 April 2022 sampai dengan 16 Desember 2022. Letak lokasi proyek berada di Gampong Ilie Kec. Ulee Kareng kota Banda Aceh dengan kondisi exsisting terdapat rumah penduduk dan sekolahan yang membuat lokasi proyek ini sedikit sempit. Permasalahan yang muncul adalah kurangnya ruang untuk menempatkan alat truck mixer dan concrete pump untuk berdiri secara bersamaan, sehingga mempengaruhi waktu pelaksanaan pekerjaan, biaya dan jumlah tenaga kerja, dengan mempertimbangkan permasalahan tersebut penulis membuat perbandingan antara penggunaan alat concrete pump dan concrete lift. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua peralatan tersebut, sehingga didapatkan peralatan mana yang lebih efesien digunakan saat pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu kuantitatif dan survey lapangan, kuantitatif digunakan untuk menghitung waktu, biaya dan tenaga kerja dari alat concrete pump dengan mengikuti nilai koefesien dari AHSP SNI tahun 2016, sedangkan untuk alat concrete lift menggunakan metode survey dengan melakukan pengamatan langsung untuk memperoleh data yang diperlukan. Hasil dari penelitian ini didapatkan waktu pengecoran dua segmen menggunakan alat concrete lift memerlukan waktu 443,16 menit (7,39 jam) dan alat concrete pump membutuhkan waktu 40,30 menit (0,67 jam). Tenaga kerja yang dibutuhkan alat concrete lift adalah 26 orang dan alat concrete pump membutuhkan 32 orang. Selanjutnya pada biaya untuk alat concrete pump adalah sebesar Rp. 43.365.000,00 dan biaya yang diperlukan alat concrete lift adalah sebesar Rp. 27.545.886,14. Pada Bagan balok (Barchart) alat concrete lift lebih efisien dalam bagian tenaga kerja dan biaya, sedangkan alat concrete pump lebih unggul dalam waktu pelaksanaan.