This Author published in this journals
All Journal J-CEKI
Andre Setywan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Ulama dan Komunitas Islam dalam Pembentukan Budaya Politik Partisipasi di Kota BauBau Junaid Gazalin; Muhamad Kasai Laisouw; Aulia, Aulia; Andre Setywan; Rano, Rano; Reza ferdiansyah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ulama dan komunitas Islam dalam pembentukan budaya politik partisipatif di Kota Baubau. Budaya politik partisipatif merupakan elemen penting dalam penguatan demokrasi lokal, khususnya pada masyarakat yang memiliki karakter religius yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ulama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan pengurus organisasi Islam, serta didukung oleh observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama dan komunitas Islam memiliki peran strategis dalam membentuk orientasi politik masyarakat melalui internalisasi nilai-nilai etika politik, pendidikan politik berbasis masjid, serta pemberian legitimasi moral terhadap partisipasi politik masyarakat. Namun, efektivitas peran tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, seperti rendahnya literasi politik masyarakat, kuatnya praktik patronase politik, dan lemahnya kaderisasi politik di kalangan generasi muda. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan budaya politik partisipatif di Kota Baubau memerlukan strategi pemberdayaan yang terencana dan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas ulama, penguatan fungsi masjid sebagai ruang edukasi politik, serta penguatan kolaborasi antara ulama, komunitas Islam, dan pemerintah daerah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan kajian budaya politik berbasis konteks keagamaan local, politik masyarakat. Namun, efektivitas peran tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, seperti rendahnya literasi politik masyarakat, kuatnya praktik patronase politik, dan lemahnya kaderisasi politik di kalangan generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan budaya politik partisipatif di Kota Baubau memerlukan strategi pemberdayaan yang terencana dan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas ulama, penguatan fungsi masjid sebagai ruang edukasi politik, serta penguatan kolaborasi antara ulama, komunitas Islam, dan pemerintah daerah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam pengembangan kajian budaya politik berbasis konteks keagamaan lokal.