Perubahan iklim dan meningkatnya kesadaran lingkungan mendorong pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Green Human Resource Management (Green HRM) dalam meningkatkan keberlanjutan UMKM kuliner di Kota Makassar. Green HRM mencakup serangkaian praktik pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi pada lingkungan, seperti rekrutmen hijau, pelatihan dan pengembangan berbasis lingkungan, serta sistem penilaian kinerja yang memperhatikan aspek ekologis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 100 pelaku dan karyawan UMKM kuliner di Makassar. Data dianalisis menggunakan model Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antara variabel Green HRM dan keberlanjutan bisnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Green HRM memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan UMKM, terutama melalui peningkatan kesadaran lingkungan, efisiensi operasional, dan inovasi produk ramah lingkungan. Pelatihan karyawan yang menekankan pengelolaan limbah dan efisiensi energi terbukti memperkuat komitmen organisasi terhadap prinsip keberlanjutan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemilik UMKM kuliner di Makassar memperluas penerapan Green HRM secara terintegrasi, termasuk dalam proses rekrutmen dan penilaian kinerja. Secara teoretis, studi ini memperkaya literatur mengenai manajemen sumber daya manusia hijau pada konteks UMKM di negara berkembang, sedangkan secara praktis, penelitian ini memberikan dasar strategis bagi pengembangan kebijakan SDM berkelanjutan di sektor kuliner lokal.