Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN PEMERAHAN DENGAN KEJADIAN MASTITIS SUBKLINIS DAN KERUSAKAN SUSU DI KECAMATAN CILONGOK DAN KECAMATAN PEKUNCEN Lamis, Nada Hayfa; Subagyo, Yusuf; Ifani, Merryafinola
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.894 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu pada peternakan sapi perah di Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen, serta membandingkan manajemen pemerahan antar kecamatan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu susu segar sapi perah, kemudian jumlah sampel susu segar yang dibutuhkan berdasarkan rumus slovin, sehingga sampel yang diambil sebanyak 21 peternak di Kecamatan Cilongok, dan 26 peternak di Kecamatan Pekuncen. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data primer berupa hasil uji California Mastitis Test (CMT) untuk mendeteksi mastitis subklinis dan uji alkohol untuk mendeteksi kerusakan susu, serta data sekunder melalui wawancara dengan peternak menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis di kedua kecamatan. Semakin baik manajemen pemerahan, maka semakin rendah kejadian mastitis subklinis. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kerusakan susu di kedua kecamatan. Manajemen pemerahan berdasarkan uji T menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu antara Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen. Dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen pemerahan yang baik sangat penting untuk menurunkan kejadian mastitis subklinis, meskipun belum berpengaruh langsung terhadap kualitas akhir susu berdasarkan uji alkohol. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi manajemen pemerahan yang lebih baik bagi peternak.