Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang, tantangan, dan strategi integrasi AI dalam pendidikan agama Islam yang tetap menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan substansi ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur klasik maupun kontemporer terkait perubahan pendekatan, media, dan strategi pembelajaran PAI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan AI dalam pendidikan agama Islam memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan. AI mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif, menyesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, dan gaya belajar generasi digital yang saat ini sangat terbiasa dengan teknologi. Selain itu, integrasi teknologi ini tidak hanya mempermudah akses dan penyampaian materi, tetapi juga berpotensi memperkuat pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik secara menyeluruh, sehingga pendidikan agama tidak kehilangan nilai-nilai dasarnya meskipun berada di era modern. (2) Transformasi AI menghadapi tantangan signifikan, terutama terkait kesiapan infrastruktur teknologi yang belum merata di banyak lembaga pendidikan Islam, khususnya di daerah-daerah yang kurang berkembang, Kompetensi dan kemampuan pendidik dalam mengoperasikan serta memanfaatkan teknologi AI juga masih terbatas sehingga perlu adanya pelatihan dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Selain itu, aspek etika dalam penggunaan AI menjadi hal yang sangat krusial, mengingat potensi munculnya bias algoritmik yang dapat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dan kebaikan dalam Islam. (3) Dalam mengatasi tantangan tersebut, dibutuhkan strategi implementasi yang meliputi kolaborasi antara ulama dan ahli teknologi, penguatan infrastruktur dan literasi digital, pengembangan kurikulum hybrid yang menggabungkan metode tradisional dan teknologi, penyusunan kebijakan regulasi yang etis, serta pendekatan dialogis dan bertahap untuk membangun kepercayaan dan penerimaan masyarakat.