Ketepatan pukulan backhand dalam tenis lapangan merupakan keterampilan teknis kritis yang dipengaruhi secara simultan oleh faktor fisiologis (daya tahan kardiovaskular), metodologis (kualitas dan frekuensi latihan drill), serta neurokognitif (kapasitas konsentrasi). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung latihan drill, daya tahan kardiovaskular, dan konsentrasi terhadap ketepatan pukulan backhand atlet tenis lapangan dengan pendekatan analisis jalur (path analysis) dalam kerangka model kinerja olahraga integratif. Penelitian menggunakan desain survei kausal dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 20 atlet tenis lapangan aktif dari lingkungan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang sebagai partisipan. Instrumen pengukuran meliputi tes statis dan dinamis untuk mengukur latihan drill (M = 35.75, SD = 10.61), Bleep Test untuk mengukur daya tahan kardiovaskular melalui estimasi VO2Max (M = 37.50, SD = 8.04), Grid Concentration Test untuk mengukur konsentrasi (M = 14.60, SD = 1.87), serta tes ketepatan pukulan backhand (M = 52.17, SD = 9.27). Analisis jalur dengan perangkat lunak AMOS menunjukkan bahwa latihan drill memberikan pengaruh langsung terbesar terhadap ketepatan backhand (beta = 0,384; p < .001), diikuti oleh daya tahan kardiovaskular (beta = 0,312; p = .003), dan konsentrasi sebagai mediator parsial (beta = 0,268; p = .004). Konsentrasi terbukti memediasi secara parsial hubungan antara latihan drill dan ketepatan backhand (efek tidak langsung = 0,092, BCI 95% [0,031; 0,178]). Model secara keseluruhan menjelaskan 48,1% variansi ketepatan pukulan backhand (R2 = 0,481). Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi pelatih tenis lapangan dalam merancang program latihan integratif yang memadukan aspek teknis, fisiologis, dan psikologis secara bersamaan.