Pankrasia Elisabeth Bota Keupung
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Koke Bale Sebagai Pusat Identitas Kolektif Masyarakat Di Desa Tenawahang, Kabupaten Flores Timur Pankrasia Elisabeth Bota Keupung; Katarina Dhiki; Anita
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 2 (2025): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v11i2.7649

Abstract

Rumah adat merupakan salah satu produk budaya dari suatu masyarakat adat tertentu yang diwariskan secara turun-temurun. Rumah adat merupakan salah satu representasi kebudayan yang paling tinggi dalam sebuah komunitas suku atau masyarakat. Sama halnya dengan Rumah adat Koke Bale yang merupakan representasi dari budaya masyarakat di Desa Tenawahang, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur. Sehubungan dengan hal tersebut, maka peneilitian ini bertujuan untuk menelusuri asal-usul rumah adat Koke Bale, dan mengidentifikasi simbol beserta makna dari setiap simbol yang ada pada rumah adat Koke Bale. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rumah adat Koke Bale memiliki asal-usul yang erat kaitannya dengan perjalanan sejarah dan budaya masyarakat Lamaholot. Koke Bale didirikan oleh ketujuh suku yang melarikan diri dari daerah asal mereka akibat peperangan. Rumah adat ini dibangun sebagai eksitensi leluhur yang menetap dan membangun peradaban di wilayah tersebut. Di dalam rumah adat Koke Bale terdapat berbagai simbol penting yang masing-masing memiliki makna filosofis. Simbol parang dan tombak melambangkan keberanian, kekuatan dan kesiapan untuk melidungi keluarga serta adat istiadat. Simbol bulan dan bintang melambangkan hubungan spiritual dengan alam semesta. Figur seorang laki-laki yang memegang parang dan tombak menggambarkan peran laki-laki sebagai pemimpin, penjaga, pelindung keluarga dan masyarakatnya. Sementara itu, simbol motif kain tenun mencerminkan keindahaan, keuletan, ketekunan serta identitas kultural masyarakat Tenawahang. Koke Bale merupakan wujud nyata yang menunjukan eksistensi serta identitas budaya masyarakat desa Tenawahang.