Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Monitoring Emisi Polutan Gas menggunakan IoT untuk Industri Pengolahan Teh Tradisional Desa Pandansari Saraswati, Nurul Mega; Murdiantoro, Randi Adzin; Rakhman, Alfin; Arsiandro, Fadzly Haris; Prasetyono, Rizki Noor
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 8 No 1 (2026): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) - In P
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik pengolahan teh di desa Pandansari Brebes Jawa Tengah sudah ada dan berada disekitar masyarakat, bahkan masyarat sekitar pabrik ada yang mengolahnya secara mandiri dan manual. Salah satunya sangrai teh dengan pembakaran tradisional sedangkan dimana asap ini bisa menyebabkan emisi berupa polutan gas beracun. Kondisi ini bisa menyebabkan permasalahan kesehatan bagi orang disekitar jika tidak diantisipasi. Tujuan dari penelitian ini membuat rancang bangun alat untuk memonitoring polutan gas dari pembakaran pengolahan teh berbasis IoT (Internet of Things). Manfaat yang diharapkan yaitu masyarakat dan pabrik pengolahan teh yang tidak sesuai standar tidak mengakibatkan polutan gas yang berbahaya bagi masyarakat sekitar. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pembuatan prototype yang diterapkan pada proses pembakaran teh. Tahapan yang dilakukan yaitu analisis masalah, studi literatur, penentuan/ perancangan alat, pengujian, penerapan alat, pengambilan data dan analisis data. Pada perancangan alat dibuat dengan 4 sensor gas yaitu sensor MQ135, sensor MQ4, sensor MQ6 dan Sensor MQ7 dihubungkan dengan ESP 32 terkoneksi internet ke alplikasi Blynk. Hasil monitoring emisi gas berbasis IoT dengan integrasi empat sensor (MQ-4, MQ-6, MQ-7, dan MQ-135) pada industri teh tradisional terbukti sangat layak digunakan, dengan validasi pakar di atas 85% dan akurasi pengukuran lebih dari 95%. Uji laboratorium menunjukkan tiap sensor bekerja sesuai fungsinya: MQ-4 mendeteksi metana, MQ-6 merespons hidrokarbon volatil, MQ-7 menangkap karbon monoksida, dan MQ-135 dominan pada asap serta polutan umum. Implementasi lapangan memperlihatkan emisi lebih tinggi pada daun teh mentah terutama uap air dan senyawa volatil dibanding tahap menjelang matang, dengan pola konsisten MQ-135 > MQ-4 > MQ-6 > MQ-7.