Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekayasa Budidaya Melon Hidroponik dalam Greenhouse untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Purwojati Murdiantoro, Randi Adzin; Nur, Ivan Akmal; Isnawati, Anggun Fitrian; Afandi, Mas Aly; Rumestri, Agatha Dinarah Sri; Purwanti, Eri Nanda Dewi; Nurmeilinda, Kharisma; Anjani, Mia; Saputra, Sahrul; Arsiandro, Fadzly Haris; Nurkholis, Rizki; Prasetio, Angga Ari; Utari, Tria; Fadillah, Siti; Sutarmin, Sutarmin
Jurnal Ekonomika Dan Bisnis (JEBS) Vol. 4 No. 6 (2024): November - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jebs.v4i6.2237

Abstract

Agriculture is still the main sector in rural economy in Indonesia, including in Purwojati Village. This village is one of the extreme poor areas in Purwojati Subdistrict, Kabupaten Banyumas, where most of the area is dry land. Banyumas whose area is mostly dry land. Based on this condition, it is necessary to modify the technology on commodities in the based on these conditions, it is necessary to modify the existing commodities in the area, namely hydroponic melon cultivation engineering in greenhouses. The purpose of this activity is to increase cultivation productivity to increase community income. The results of the use of greenhouses in the use of greenhouses in golden melon cultivation in Purwojati Village increases productivity up to 4-5 times per year for 1 unit of greenhouse. harvest per year for 1 greenhouse unit, better fruit quality, and increased community knowledge in the field of hydroponic melon cultivation. better fruit quality, and increased community knowledge in the field of business management and modern agriculture. This has the potential to increase community income significantly, thus supporting economic empowerment and income significantly, thus supporting economic empowerment and improving welfare of farmers in the area.
Sistem Monitoring Emisi Polutan Gas menggunakan IoT untuk Industri Pengolahan Teh Tradisional Desa Pandansari Saraswati, Nurul Mega; Murdiantoro, Randi Adzin; Rakhman, Alfin; Arsiandro, Fadzly Haris; Prasetyono, Rizki Noor
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 8 No 1 (2026): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) - In P
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pabrik pengolahan teh di desa Pandansari Brebes Jawa Tengah sudah ada dan berada disekitar masyarakat, bahkan masyarat sekitar pabrik ada yang mengolahnya secara mandiri dan manual. Salah satunya sangrai teh dengan pembakaran tradisional sedangkan dimana asap ini bisa menyebabkan emisi berupa polutan gas beracun. Kondisi ini bisa menyebabkan permasalahan kesehatan bagi orang disekitar jika tidak diantisipasi. Tujuan dari penelitian ini membuat rancang bangun alat untuk memonitoring polutan gas dari pembakaran pengolahan teh berbasis IoT (Internet of Things). Manfaat yang diharapkan yaitu masyarakat dan pabrik pengolahan teh yang tidak sesuai standar tidak mengakibatkan polutan gas yang berbahaya bagi masyarakat sekitar. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pembuatan prototype yang diterapkan pada proses pembakaran teh. Tahapan yang dilakukan yaitu analisis masalah, studi literatur, penentuan/ perancangan alat, pengujian, penerapan alat, pengambilan data dan analisis data. Pada perancangan alat dibuat dengan 4 sensor gas yaitu sensor MQ135, sensor MQ4, sensor MQ6 dan Sensor MQ7 dihubungkan dengan ESP 32 terkoneksi internet ke alplikasi Blynk. Hasil monitoring emisi gas berbasis IoT dengan integrasi empat sensor (MQ-4, MQ-6, MQ-7, dan MQ-135) pada industri teh tradisional terbukti sangat layak digunakan, dengan validasi pakar di atas 85% dan akurasi pengukuran lebih dari 95%. Uji laboratorium menunjukkan tiap sensor bekerja sesuai fungsinya: MQ-4 mendeteksi metana, MQ-6 merespons hidrokarbon volatil, MQ-7 menangkap karbon monoksida, dan MQ-135 dominan pada asap serta polutan umum. Implementasi lapangan memperlihatkan emisi lebih tinggi pada daun teh mentah terutama uap air dan senyawa volatil dibanding tahap menjelang matang, dengan pola konsisten MQ-135 > MQ-4 > MQ-6 > MQ-7.