Persoalan lingkungan di kawasan wisata Leang-Leang semakin kompleks akibat rendahnya keterlibatan pemuda, meskipun mereka memiliki potensi strategis sebagai agen perubahan, sehingga pelibatan komunitas bertujuan memperkuat kesadaran lingkungan dan kapasitas kepemimpinan pemuda di Kelurahan Leang‑Leang, Kecamatan Bantimurung, melalui pendekatan partisipatif dan berakar lokal. Kegiatan dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR) melibatkan 36 pemuda. Prosedurnya meliputi observasi awal, survei pre‑test, edukasi lingkungan kontekstual, diskusi kelompok dengan studi kasus lokal, serta pembentukan kelompok komunitas yang dipimpin pemuda. Instrumen pengamatan dan pengumpulan data mencakup catatan lapangan, kuesioner, dan post‑test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta perubahan perilaku. Hasil utama menunjukkan peningkatan pemahaman lingkungan sebesar 46 % (pre‑test 38 %, post‑test 84 %), terciptanya lima solusi lingkungan berbasis komunitas, dan pendirian kelompok “Pemuda Leang‑Leang Sadar Lingkungan” sebagai agen aksi berkelanjutan. Intervensi juga meningkatkan perilaku ekologi individu, seperti pemilahan sampah rumah tangga dan penyebaran pesan lingkungan. Evaluasi mengungkap 94 % peserta menilai program sangat relevan, partisipatif, dan berdampak. Temuan mendukung bahwa pendidikan partisipatif berbasis komunitas signifikan memperkuat kewarganegaraan ekologi pemuda serta kepemimpinan komunitas dalam mengatasi masalah lingkungan lokal. Model ini dapat diadaptasi ke area ekowisata lain dengan menyesuaikan konteks budaya dan ekologi setempat, memberikan contoh replikabel bagaimana pemuda dapat menjadi agen kunci konservasi melalui pengalaman belajar terstruktur dan sensitif konteks.