Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pelayanan mahasiswa kepada masyarakat yang memainkan peran penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Sektor yang paling menjanjikan untuk pengembangan adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Artikel ini mengkaji strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui sinergi antara KKN dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam, menggunakan studi kasus produk lokal dari Sukabumi, yaitu kecimpring (keripik singkong) dan gula aren semut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur, dokumentasi, dan analisis data penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip syariah, inovasi produk, branding, dan pemasaran digital yang dilakukan oleh mahasiswa KKN dapat meningkatkan omzet penjualan hingga 50%. Sinergi antara KKN dan UMKM tidak hanya memperkuat daya saing produk lokal tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis yang adil, berkelanjutan, dan diberkahi. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mempertemukan mahasiswa dengan kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat. Dalam konteks pengembangan ekonomi lokal, UMKM memegang posisi strategis karena mencakup lebih dari 90% unit usaha di Indonesia dan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Melalui KKN, mahasiswa dapat menghadirkan pendekatan baru yang inovatif serta membantu UMKM beradaptasi dengan dinamika pasar modern. Di wilayah Sukabumi, khususnya Kecamatan Gegerbitung, UMKM yang berfokus pada produk pangan lokal seperti kecimpring (keripik singkong) dan gula aren semut menghadapi beberapa tantangan: kurangnya branding, minimnya akses digital marketing, serta pengelolaan keuangan yang masih sederhana. Di sinilah peran mahasiswa KKN menjadi signifikan.