Limbah feses sapi merupakan salah satu permasalahan utama di wilayah peternakan yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Desa Wonosalam, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang merupakan daerah dengan populasi ternak sapi cukup tinggi sehingga menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna pengolahan limbah feses sapi menjadi kompos blok (KOPIKO) berbasis zero waste yang memiliki nilai ekonomis dan ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, serta evaluasi melalui pretest dan posttest terhadap indikator pengetahuan, sikap, keterampilan, dan ekonomi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator, yaitu pengetahuan meningkat dari 54,5 menjadi 88,0; sikap dari 65,0 menjadi 92,5; keterampilan dari 50,0 menjadi 90,0; dan pemahaman ekonomi dari 40,0 menjadi 85,0. Selain itu, kegiatan ini berhasil menurunkan volume limbah tak terolah hingga 80% serta memberikan tambahan pendapatan rata-rata Rp 3.000.000–Rp 4.500.000 per bulan bagi kelompok peternak. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan teknis, dan kemandirian ekonomi masyarakat. Inovasi KOPIKO menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah peternakan berbasis zero waste serta berpotensi dikembangkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan peternak mengolah limbah feses sapi menjadi kompos blok bernilai ekonomis. Teknologi kompos blok yang diterapkan tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan mitra. Model penerapan ini dapat direplikasi pada kelompok peternak lain untuk mendukung implementasi zero waste di wilayah pedesaan.