Latar Belakang: Pasien yang menjalani perawatan di intensive care unit dan mengalami penurunan kesadaran akan mengakibatkan gangguan pada pemenuhan kebutuhan dasar yang tidak mampu dipenuhi secara mandiri dan salah satunya adalah kebutuhan mobilitas fisik. Dampak dari pemenuhan kebutuhan yang terganggu ini bisa meningkatkan risiko gangguan lain seperti pada aliran darah atau luka tekan. Passive Range of Motion (PROM) merupakan intervensi keperawatan yang bisa menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan mobilitas fisik pasien penurunan kesadaran. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh pemberian intervensi PROM terhadap perubahan tanda vital pasien penurunan kesadaran di ICU. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test pada 23 sampel yang mengalami penurunan kesadaran dan memiliki hemodinamik stabil. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist PROM dan observasi tanda vital. Penelitian dilakukan dengan cara mengukur tanda vital pasien sebelum diberi PROM dan kembali mengukur tanda vital pasien setelah intervensi selesai lalu membandingkan hasil keduanya. Hasil: Data dianalisis secara statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank-test karena tidak normalnya distribusi data tanda vital. Hasil analisis statistik pre-test dan post-test menghasilkan p-value sebesar 0,014 (p<0,05) dengan kekuatan pengaruh sebesar -0,873. Kesimpulan: Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian PROM terhadap perubahan tanda vital pasien penurunan kesadaran di ICU. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk menjadikan PROM sebagai intervensi keperawatan rutin pada pasien penurunan kesadaran di ruang ICU.