Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

On Penyuluhan Pencegahan Penyakit Kulit Di Kelurahan Tuminting Health Education on Skin Disease Prevention in Tuminting Village: - Kaseke, Martha Marie; Doda, Diana Vanda Daturada; Pandaleke, Thigita Aga
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 3 (2025): Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i3.65542

Abstract

Skin diseases are common health problems in the community, particularly in tropical regions such as Tuminting Village. Community knowledge regarding risk factors, prevention methods, and early signs of skin diseases remains limited. This community service activity aimed to improve public knowledge related to the prevention of skin diseases. The activity was carried out in the form of a health education session using an educational video, accompanied by a pre- and post-test questionnaire assessing knowledge about skin disease prevention. The pre-test results showed a knowledge level of 83%, which increased significantly to 94% after the educational intervention. In conclusion, health education on skin disease prevention is essential to enhance community knowledge in Tuminting Village. ABSTRAK Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan yang dapat terjadi di masyarakat terutama pada wilayah tropis seperti Kelurahan Tuminting. Pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, cara pencegahan, dan tanda-tanda penyakit kulit masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan penyakit kulit. Pengabdian ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kulit melalui video edukasi, dimana dilakukan pengisian kuesioner pengetahuan tentang penyakit kulit sebelum dan sesudah penyuluhan. Pada pengisian kuesioner sebelum penyuluhan pencegahan penyakit kulit hanya didapatkan pengetahuan sebesar 83% dan hasilnya meningkat signifikan menjadi 94% sesudah dilakukan penyuluhan pencegahan penyakit kulit. Sebagai kesimpulan bahwa penyuluhan pencegahan penyakit kulit diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat kelurahan tuminting.
Pola Penggunaan Produk Perawatan Kulit Topikal yang Mengandung Antioksidan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Pengguna Perangkat Digital Yonathan, Kireina Izumi; Mawu, Ferra Olivia; Pandaleke, Thigita Aga
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3028

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan penggunaan perangkat digital menyebabkan paparan cahaya biru yang dapat memicu stres oksidatif pada kulit. Antioksidan berperan menetralisir radikal bebas sehingga produk perawatan kulit topikal yang mengandung antioksidan penting digunakan untuk menjaga kesehatan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola penggunaan  produk perawatan kulit topikal yang mengandung antioksidan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Sam Ratulangi pengguna perangkat digital. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 225 mahasiswa semester 3. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup frekuensi penggunaan, waktu penggunaan, jenis produk yang digunakan, dan kesesuaian penggunaan dengan petunjuk pada kemasan. Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Pola penggunaan produk perawatan kulit topikal yang mengandung antioksidan pada 225 responden menunjukkan bahwa 51 orang (23%) berada pada kategori baik, 102 orang (45%) berada pada kategori cukup, dan 72 orang (32%) berada pada kategori kurang. Berdasarkan jenis kelamin, penelitian ini melibatkan 163 perempuan (72%) dan 62 laki-laki (28%). Pada kelompok perempuan, pola penggunaan didominasi oleh kategori cukup, yaitu 74 orang (45%), diikuti kategori baik sebanyak 46 orang (28%), dan kategori kurang sebanyak 43 orang (26%). Sebaliknya, pada kelompok laki-laki, pola penggunaan lebih banyak berada pada kategori kurang, yaitu 29 orang (47%), disusul kategori cukup sebanyak 28 orang (45%), dan kategori baik hanya 5 orang (8%). Kesimpulan: Pola penggunaan produk perawatan kulit topikal yang mengandung antioksidan pada mahasiswa menunjukkan variasi pada aspek frekuensi, waktu penggunaan, jenis produk, dan kepatuhan terhadap petunjuk pemakaian.