Background: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang signifikan. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi berkontribusi terhadap tingginya kejadian karies pada anak. Pemilihan metode edukasi yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak diperlukan untuk meningkatkan efektivitas promosi kesehatan. Objective: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi permainan ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta keterampilan menyikat gigi pada siswa sekolah dasar di Kecamatan Bara, Kota Palopo. Methods: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 25 siswa kelompok intervensi (SDN 50 Bulu Datu) dan 25 siswa kelompok kontrol (SDIT Al Basirah). Variabel independen adalah intervensi permainan ular tangga yang dimodifikasi dengan muatan edukasi kesehatan gigi dan mulut, sedangkan variabel dependen adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk analisis dalam kelompok dan uji Mann–Whitney U untuk perbandingan antar kelompok dengan tingkat signifikansi α < 0,05. Results: Pada kelompok intervensi terjadi peningkatan median skor pengetahuan dari sebelum intervensi menjadi setelah intervensi, dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = –6,079 dan p < 0,001. Peningkatan keterampilan menyikat gigi juga signifikan dengan nilai Z = –5,624 dan p < 0,001. Analisis perbandingan antar kelompok menggunakan uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol baik pada variabel pengetahuan (Z = –7,474; p < 0,001) maupun keterampilan (Z = –7,458; p < 0,001). Conclusion: Intervensi permainan ular tangga secara signifikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut serta keterampilan menyikat gigi pada siswa sekolah dasar. Metode ini dapat direkomendasikan sebagai media edukasi promotif-preventif dalam praktik keperawatan komunitas dan kesehatan sekolah