Penelitian ini mengeksplorasi penerapan komposisi segitiga dalam mise-en-scène dan penataan angle pada film fiksi Lakan sebagai strategi visual untuk membangun dan menyampaikan tema keadilan. Lakan adalah adaptasi cerita rakyat Sitalang Barajo Sipado Surang yang menuturkan upaya Lakan mencari keadilan atas pembunuhan ayahnya; naskah terdiri dari 54 scene dengan durasi 30 menit. Pendekatan penelitian menggunakan analisis kualitatif formal visual (close reading frames shot analysis) pada adegan-adegan kunci yang dipilih berdasarkan penanda komposisi segitiga yang teridentifikasi dalam proposal produksi (scene 7, 16, 32). Data berupa dokumentasi frame, deskripsi blocking, properti, wardrobe, dan laporan teknis produksi (kamera, lensa, lighting) yang relevan. Hasil menunjukkan komposisi segitiga diaplikasikan melalui tiga mekanisme: (1) interaksi dua objek dan satu properti (mis. pemain–pemain–foto), (2) blocking pemain dalam ruang sidang yang membentuk tiga titik fokus, dan (3) penggunaan wardrobe dan setting untuk menegaskan relasi kekuasaan. Komposisi segitiga bertindak sebagai penanda visual yang menegaskan pusat perhatian, memperkuat dimensi naratif (keadilan, konflik kekuasaan), dan menciptakan kedalaman ruang pada layar datar. Temuan memberikan kontribusi praktis bagi sinematografi pendidikan dan kajian estetika visual film, serta merekomendasikan agar penerapan komposisi semacam ini didokumentasikan secara sistematis dalam proses produksi.Kata kunci: Analisis Film, Mise-en-Scène, Sinematografi, Segitiga, Representasi Keadilan