Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan usahatani semangka dan melon yang dibudidayakan secara rotasi di lahan yang sama oleh petani di Desa Kauditan Satu, Kecamatan Kauditan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus yang dimana semua populasi dijadikan sampel yaitu 3 orang petani semangka dan melon. Metode analisis data menggunakan analisis pendapatan usahatani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan semangka sebesar Rp42.263.830/ha dan melon sebesar Rp66.898.754/ha. Selisih pendapatan antara semangka dan melon adalah sebesar Rp24.634.924, yang berarti tingkat pendapatan usahatani melon lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan semangka. Hal ini disebabkan oleh perbedaan produktivitas dan harga jual antara kedua komoditas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara ekonomi, usahatani melon lebih menguntungkan dibandingkan dengan semangka di lokasi penelitian.