Rendahnya minat baca anak di ruang publik perkotaan menjadi tantangan dalam penguatan literasi di masyarakat. Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan kemampuan membaca siswa Indonesia berada di bawah rata-rata negara OECD, yang menandakan perlunya intervensi kreatif di luar pendidikan formal. Salah satu alternatif yang efektif adalah melalui kegiatan literasi berbasis komunitas di ruang publik seperti RPTRA. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi anak melalui program literasi berbasis komunitas di RPTRA Cendekia Cipedak, Jakarta Selatan. Program dilaksanakan dengan pendekatan community-based learning dan experiential learning, melibatkan 55 anak usia sekolah dan 20 relawan muda sebagai fasilitator. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan minar membaca, partisipasi aktif, kepercayaan diri berbicara, serta dukungan orang tua. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan seluruh aspek yang diukur yaitu minat membaca (9%), partisipasi aktif (13%), kepercayaan diri berbicara (11%), dan dukungan orang tua (7%). Temuan ini menunjukkan bahwa program literasi berbasis komunitas tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan literasi anak, tetapi juga memperkuat keterlibatan keluarga dan peran relawan dalam pemberdayaan komunitas. Kegiata ini relevan dengan strategi penguatan literasi di era masyarakat 5.0 yang menekankan pembelajaran berpusat pada manusia dan kolaborasi sosial. Program serupa direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan di ruang public lainnya.