This study aimed to analyze the effects of initial seed weight and cultivation depth on the growth of Caulerpa lentillifera in a vertical culture system using monofilament nylon rope as the planting medium in the coastal waters of Bahoi Village, North Minahasa. A 3×3 factorial design was applied, consisting of three initial weights (50 g, 100 g, and 150 g) and three depths (20 cm, 70 cm, and 120 cm), each with three replications. Observed parameters included absolute growth and specific growth rate (SGR) over a 28-day cultivation period. The results indicated that initial weight significantly affected growth, whereas depth had no significant effect and no interaction was detected between the two factors. The 50 g treatment produced the highest growth performance with an SGR of 1.39 ± 0.08% day⁻¹, which falls within the productivity range of tropical open-sea farming systems. These findings highlight that optimizing seed weight plays a more critical role than shallow depth variation in improving the cultivation efficiency of C. lentillifera under a monofilament nylon-based vertical culture system. Keywords: initial weight; marine aquaculture; C. lentillifera; monofilament nylon; vertical culture system. Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berat awal bibit dan kedalaman pemeliharaan terhadap pertumbuhan Caulerpa lentillifera pada sistem vertikultur menggunakan tali nilon monofilamen sebagai media tanam di perairan Desa Bahoi, Minahasa Utara. Percobaan menggunakan rancangan faktorial 3×3 dengan tiga taraf berat awal (50 g, 100 g, dan 150 g) serta tiga taraf kedalaman (20 cm, 70 cm, dan 120 cm), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan harian (SGR) selama 28 hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa berat awal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan, sedangkan kedalaman tidak berpengaruh nyata dan tidak terdapat interaksi antara kedua faktor. Perlakuan 50 g menghasilkan pertumbuhan tertinggi dengan nilai SGR 1,39 ± 0,08% per hari. Nilai tersebut berada dalam kisaran produktivitas sistem budidaya laut terbuka tropis. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa optimasi ukuran bibit lebih menentukan dibandingkan variasi kedalaman dangkal dalam meningkatkan efisiensi budidaya C. lentillifera pada sistem vertikultur berbasis tali nilon monofilamen. Kata kunci: berat bibit; budidaya laut; C. lentillifera; nilon monofilamen; sistem vertikal