Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN SELF-MANAGEMENT PENYAKIT DEGENERATIF BAGI LANSIA MELALUI EDUKASI DI KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA I Sihombing, Reny Juliana; Julaiha Siregar; Roy Wilson Sihaloho
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6799

Abstract

Latar belakang : Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang bersifat kronis dan tidak ditularkan dari orang ke orang. Prevalensi Penyakit degeneratif terus mengalami peningkatan seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat kearah yang kurang seimbang. Faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif di kelurahan Tegal Sari Mandala I adalah hipertensi, kolesterol, asam urat dan diabetes. Kurangnya pengetahuaan dan kesadaran terhadap bahaya penyakit degeneratif menyebabkan deteksi dini berbasis pelayanan kesehatan kurang efektif. Hal ini juga disebabkan oleh masyarakat yang kurang koperatif memeriksakan diri selama belum merasa sakit. Tujuan dari kegiatan adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pengetahuan mengenai kesehatan serta pengendalian penyakit degeneratif. Penanggulangan faktor resiko penyakit degeneratif dan pencegahan berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk menekan resiko atau angka kematian akibat penyakit degeneratif. Metode: Kegiatan pendampingan self-management penyakit degeneratif bagi lansia melalui edukasi pada komunitas lansia ini dilakukan bersama dengan mahasiswa/i STIKes Darmo dan lansia di Kelurahan Tegal Sari Mandala I. Masyarakat sebanyak 31 orang. Cara yang dilakukan yaitu dengan memberikan edukasi kesehatan tentang screening kesehatan dan pengobatan gratis pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala I.Hasil : Dari hasil pengkajian yang dilakukan di Kelurahan Tegal Sari Mandala  I diperoleh prioritas masalah yaitu kurangnya motivasi dan keinginan serta pengetahuan lansia terhadap pemeriksaan Kesehatan secara berkala Kesimpulan: Setelah diberikan edukasi kesehatan pada masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala I akan pentingnya mengetahui masalah cara memilih lansia yang sudah ada riwayat penyakit degeneratif yang kronis dan pemeriksaan kesehatan lansia secara berkala.
Application of Household PHBS Education in Improving Family Self-Care in Sub-districts Medan Tuntungan Napitupulu, Siska Mariany Ocfica; Reny Juliana Sihombing; Julaiha Siregar
Benih : Journal of Midwifery Vol. 4 No. 02 (2025): Benih : Journal of Midwifery
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/benih.v4i02.509

Abstract

Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) are a set of behaviors that are practiced on the basis of learning that enable a person or family to help themselves in the health field and play an active role in realizing public health. Based on an initial survey conducted by researchers in Mangga Village about the implementation of clean and healthy living behaviors, many families have not implemented it. This is evidenced by the fact that there are still people who suffer from diarrhea and dengue disease. This type of research is descriptive in nature which aims to describe the Overview of the Implementation of Clean and Healthy Living Behaviors in the Household Order. The sample in this study is one of the core families, which is 36 people, which were taken using a random sampling system. The data used is primary data, namely data collected using questionnaires obtained from respondents. The results of the implementation of clean and healthy living behaviors regarding the availability of clean water were good, as many as 21 people (58.3%), about washing hands were good, as many as 20 people (55.6%), about the availability of healthy latrines were good, as many as 23 people (63.9%), about eradicating mosquito larvae were sufficient, as many as 17 people (47.2%), about eating fruits and vegetables every day was enough, as many as 23 people (63.9%), about doing physical activity every day is enough, as many as 20 people (55.6%), about not smoking indoors is less, as many as 17 people (47.2%). The implementation of Clean and Healthy Living Behaviors in the Household Order in Mangga Village in 2025 is sufficient, as many as 23 people (63.9%). It is hoped that families can implement clean and healthy living behaviors in daily life, so that families do not get sick easily. It is hoped that the community/environment will be able to create a healthy environment to support the creation of healthy villages and for health workers to continue to provide health information through counseling on clean and healthy living behaviors in the household order.