Rosi Permata Sari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGERUH PEMBERIAN JUS BELIMBING MANIS (AVERHOA CARAMBOLA) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Meria Kontesa; Nurleny; Rosi Permata Sari; yusriana, yusriana
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/hjtr3t33

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Tekanan darah pada lansia akan cenderung tinggi sehingga lansia lebih besar beresiko terkena hipertensi. Angka kejadian hipertensi pada lansia ini terbanyak terdapat di Puskemas Belimbing Kota Padang menempati urutan pertama sebanyak 3.442 (41,64%) pada tahun 2024. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian jus belimbing manis (averhoa carambola) terhadap tekanan darah pada lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimen dengan menggunakan pendekatan One Group Pretest-Postest tanpa kontrol, yang bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian jus belimbing manis.  Populasi penelitian adalah 120 lansia yang mengalami hipertensi Sampel diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang di tetapkan sebanyak 14 sampel. Hasil penelitian diperoleh tekanan darah MAP (Mean Arterial Pressure) sebelum dilakukan pemberian jus belimbing manis yaitu 118,14 (SD= 4,704), sedangkan setelah dilakukan pemberian jus belimbing manis yaitu 110,14 (SD = 5,216). Uji t-test menunjukkan nilai p-value<0,000 yang mengidentifikasi adanya pengaruh pemberian jus belimbing manis (averhoa carambola) terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tensimeter, dan lembar observasi, dan alat-alat untuk pembuatan jus belimbing manis.  Disarankan bagi pelayanan kesehatan dapat memberikan jus belimbing manis sebagai penanganan nonfarmakologi atau pendamping obat anti hipertensi. Peneliti selanjutnya diharapkan juga bisa melakakukan penelitian dengan desain kontrol, jumlah sampel yang lebih besar, dan waktu intervensi yang lebih lama.