Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REPRESENTASI KONFLIK BATIN DALAM LIRIK LAGU “ME” KARYA S.COUPS Theodelind Eunike Pramesti Dawa Putri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/s0wfb893

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi konflik batin dalam lirik lagu “Me” karya S.Coups dengan memposisikan lirik lagu sebagai teks sastra populer yang merepresentasikan pengalaman psikologis individu. Lirik lagu yang sarat makna tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pergulatan emosional dan negosiasi identitas diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk konflik batin yang direpresentasikan dalam lirik lagu serta menjelaskan maknanya dalam konstruksi identitas diri aku lirik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis teks. Data penelitian berupa satuan bahasa dalam lirik lagu yang mengandung representasi konflik batin, meliputi kata, frasa, dan baris lirik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan simak-catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin dalam lirik lagu “Me” direpresentasikan melalui dualitas identitas diri, tekanan emosional dan pelabelan sosial, ketidakberdayaan serta kesunyian emosional, serta kecenderungan destruktif yang diimbangi dengan daya bertahan diri. Representasi tersebut menggambarkan kompleksitas kondisi psikologis aku lirik yang dipengaruhi oleh tekanan internal dan eksternal. Penelitian ini menegaskan bahwa lirik lagu sebagai sastra populer mampu merepresentasikan konflik batin secara mendalam dan bermakna, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian sastra populer dan psikologi sastra dalam memahami dinamika psikologis individu di tengah budaya populer kontemporer.
NARASI VAMPIR SEBAGAI METAFORA KONFLIK BATIN DALAM MUSIC VIDEO “KNIFE” ENHYPEN: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Theodelind Eunike Pramesti Dawa Putri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/79rqph41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis narasi vampir sebagai metafora konflik batin dalam MV “Knife” karya ENHYPEN melalui pendekatan psikologi sastra. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perkembangan kajian sastra kontemporer yang memperluas objek kajian ke dalam teks sastra visual, seperti MV, yang memadukan unsur narasi, visual, dan simbol. MV “Knife” menampilkan konsep vampir yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai simbol pergulatan batin dan krisis identitas individu modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Data penelitian berupa adegan, simbol visual, ekspresi tokoh, ruang, dan alur naratif yang dianalisis secara interpretatif berdasarkan kerangka psikologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik batin tokoh direpresentasikan melalui pencarian sensasi ekstrem sebagai bentuk ketahanan diri, tekanan sosial dan relasi toksik sebagai pemicu konflik internal, serta konflik identitas yang dimetaforakan melalui simbol pisau dan figur vampir. Konflik tersebut berkembang secara bertahap dan mencapai klimaks pada ruang salon yang merepresentasikan fase transisi dan ketidakberdayaan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narasi vampir dalam MV “Knife” berfungsi sebagai metafora psikologis yang merefleksikan dinamika konflik batin dan krisis identitas. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa MV dapat diposisikan sebagai teks sastra visual yang memiliki kompleksitas psikologis dan relevan untuk dikaji dalam kajian psikologi sastra.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP LIRIK LAGU “CHACONNE” KARYA ENHYPEN Theodelind Eunike Pramesti Dawa Putri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 2 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/4f6avy45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna denotatif, konotatif, serta mitos yang terkandung dalam lirik lagu Chaconne milik ENHYPEN menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data penelitian berupa kata, frasa, dan satuan bahasa dalam lirik lagu Chaconne, yang diperoleh melalui teknik dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap pemaknaan, yaitu analisis denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, lirik Chaconne menghadirkan citra-citra konkret seperti ruang gelap, aktivitas menari, pengalaman indrawi, serta konsep kematian dan kutukan. Pada tingkat konotasi, tanda-tanda tersebut mengalami perluasan makna yang merepresentasikan keindahan dalam kehancuran, keterlarutan dalam pengalaman tubuh, serta pembentukan identitas subjek yang afirmatif dan menyimpang dari norma sosial. Pada tingkat mitos, makna-makna konotatif tersebut disintesiskan menjadi ideologi keindahan gelap dan estetika dekadensi, yang menaturalisasi kegelapan, kehancuran, dan kematian sebagai sesuatu yang wajar dan bernilai estetis. Selain itu, lirik lagu Chaconne juga membangun mitos individualisme absolut, yang menempatkan pengalaman personal dan afirmasi diri sebagai pusat makna. Dengan demikian, lirik Chaconne berfungsi sebagai teks budaya populer yang memproduksi dan menormalisasi ideologi tertentu melalui sistem tanda yang berlapis.