Haryani, Novia Sisca
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Stadium dan Punctum dalam The Impact of Nickel Mining on Halmahera Island Karya Mas Agung Wilis Yudha Baskoro: Kajian Semiotika Putra, Febrian; Riswari, Aninditya Ardhana; Haryani, Novia Sisca; Wiwana, I Putu Adi Putra
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.5736

Abstract

Pertumbuhan industri nikel di Indonesia sebagai bagian dari transisi energi hijau membawa konsekuensi sosial dan ekologis yang kompleks, khususnya bagi komunitas lokal dan pekerja tambang. Di tengah narasi pembangunan berkelanjutan, isu-isu ketimpangan, eksploitasi tenaga kerja, dan kerusakan lingkungan sering kali terpinggirkan. Penelitian ini mengkaji upaya fotografi dokumenter yang dapat berfungsi sebagai medium kritik sosial, dengan fokus pada karya The Impact of Nickel Mining on Halmahera Island oleh Mas Agung Wilis Yudha Baskoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis visual semiotik berdasarkan teori Roland Barthes, khususnya konsep stadium dan punctum. Teori representasi Stuart Hall juga digunakan untuk menelusuri makna. Analisis menunjukkan bahwa karya Baskoro merepresentasikan wajah tersembunyi dari industri ekstraktif dari kelelahan para buruh tambang hingga kerusakan ekologis yang tidak tertampung dalam narasi pembangunan resmi. Elemen stadium memetakan konteks struktural dan politik yang melingkupi kehidupan pekerja tambang, sedangkan punctum seperti tatapan kosong, luka, dan debu di wajah menembus kesadaran penonton secara afektif. Visual tidak lagi sekadar representasi, tetapi menjadi alat simbolik untuk membongkar relasi kuasa dan membangkitkan empati serta kegelisahan moral terhadap eksploitasi yang terjadi. Penelitian ini menunjukkan bahwa fotografi dokumenter dapat menjadi bentuk intervensi kultural yang kritis dan efektif dalam mengangkat isu ketidakadilan sosial dan ekologis.