Perkembangan fotografi tidak lagi terbatas pada dokumentasi, melainkan juga menjadi sarana ekspresi artistik yang menggabungkan unsur teknis dan budaya. Dalam skripsi ini, penulis mengangkat Hanoman, tokoh ikonik dalam epos Ramayana, sebagai objek eksplorasi visual melalui teknik Strobo. Hanoman yang dikenal dengan karakter dinamis, lincah, dan penuh energi dianggap sangat cocok divisualisasikan menggunakan teknik pencahayaan kilat berulang (Strobo) untuk membekukan gerak sekaligus menciptakan efek visual berlapis yang dramatis. Penciptaan ini bertujuan untuk menambah ilmu dan meningkatkan keterampilan mengenai penggunaan teknik Strobo dalam gerak tari Hanoman. Penciptaan ini bermanfaat untuk mahasiswa dapat lebih mengeksplorasi berbagai macam teknik-teknik fotografi dan menuangkan dalam sebuah karya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan beberapa teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Proses penciptaan dilakukan di studio dengan penari Hanoman sebagai subjek, memanfaatkan kamera Sony A7III, flash Godox, dan pengaturan manual untuk menangkap gerak. Menggabungkan teknik Strobo dengan representasi tari Hanoman akan menciptakan efek visual yang unik dan memukau, menampilkan jejak-jejak gerakan yang tumpang tindih dalam satu bingkai. Hasilnya tidak hanya menekankan kelincahan dan kekuatan Hanoman, tetapi juga memperkuat kesan magis dan heroik dari tokoh tersebut. Dengan pendekatan ini, pencipta tidak hanya mendokumentasikan gerakan tari, tetapi juga mengekspresikan nilai-nilai budaya dalam format visual modern dan artistik.