Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Globalisasi dan Masa Depan Studi Agama: Relativisme, Kosmopolitanisme, dan Kerentanan Manusia Truna, Dody S.; Saputra, Dadan; Rosyad, H Rifky
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1696

Abstract

Globalisasi telah mengubah secara signifikan lanskap keberagamaan dan paradigma studi agama kontemporer. Intensifikasi mobilitas manusia, perkembangan teknologi komunikasi, serta pluralisasi budaya lintas batas negara mendorong agama keluar dari kerangka teritorial dan nasional menuju konfigurasi transnasional dan hibrid. Kondisi ini memperkuat relativisme sebagai konsekuensi epistemologis utama dalam studi agama, sekaligus menantang kemampuan disiplin ini dalam merespons konflik, krisis kemanusiaan, dan fragmentasi makna di tingkat global. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis masa depan studi agama dalam konteks globalisasi dengan menyoroti relasi antara relativisme, kosmopolitanisme, dan kerentanan manusia berdasarkan pemikiran Bryan S. Turner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap karya-karya teoretis dan penelitian terdahulu dalam bidang sosiologi agama, studi globalisasi, dan teori kosmopolitanisme. Analisis dilakukan secara tematik-konseptual untuk mengidentifikasi pola argumentasi, posisi epistemologis, serta implikasi normatif dari perdebatan akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa relativisme kultural yang dominan dalam studi agama bersifat tidak terhindarkan, namun memiliki keterbatasan sebagai dasar etika. Kosmopolitanisme muncul sebagai orientasi etis alternatif yang mengakui pluralitas agama sekaligus menuntut refleksivitas dan tanggung jawab lintas batas. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep kerentanan manusia dapat berfungsi sebagai landasan ontologis bersama yang mengikat kosmopolitanisme dan studi agama dalam dunia global yang rapuh dan saling terhubung. Dengan mengintegrasikan kesadaran akan kerentanan manusia, studi agama dapat melampaui pendekatan deskriptif semata dan berkontribusi pada pengembangan etika global yang peka terhadap pluralitas serta tanggung jawab kemanusiaan.