Pembentukan karakter religius pada anak usia sekolah dasar menjadi tantangan tersendiri di tengah pengaruh lingkungan sosial dan perkembangan zaman yang berpotensi melemahkan nilai-nilai spiritual anak. Oleh karena itu, diperlukan lembaga pendidikan yang mampu menanamkan karakter religius secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembentukan karakter religius anak usia sekolah dasar di Pesantren Al-Qur’an Nurul Huda 2 Singosari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data meliputi pengasuh pesantren, pembimbing, santri, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius di pesantren dilaksanakan secara terencana, teratur, dan terstruktur melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Strategi yang diterapkan meliputi pembiasaan ibadah harian, keteladanan ustaz dan ustazah, bimbingan personal, serta penciptaan lingkungan religius yang kondusif. Interaksi sosial antarsantri dan evaluasi rutin terbukti memperkuat internalisasi nilai-nilai religius. Tantangan utama umumnya muncul pada masa awal adaptasi santri di lingkungan pesantren. Secara keseluruhan, pesantren berperan efektif sebagai lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai spiritual dan membentuk karakter religius anak secara holistik pada usia sekolah dasar.