Adherence to follow-up visits for three-month injectable contraception is essential to maintain contraceptive effectiveness and prevent unintended pregnancy. However, delays in follow-up visits are still common due to limited husband’s support and insufficient maternal knowledge regarding the importance of timely reinjection. Aim: This study aimed to analyze the relationship between husband’s support and maternal knowledge with adherence to follow-up visits among three-month injectable contraceptive users at PMB Hj Fatimatun Amd.Keb, Pekalongan City, in 2025. This study employed an analytic cross-sectional design with 95 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and medical records, and analyzed using the Chi-Square test. There was a significant association between husband’s support and adherence to follow-up visits (p = 0.037; p < 0.05). A significant association was also found between maternal knowledge and adherence to follow-up visits for three-month injectable contraception (p = 0.001; p < 0.05). Husband’s support and maternal knowledge are significantly associated with adherence to follow-up visits among three-month injectable contraceptive users. Strengthening reproductive health education involving husbands is recommended to improve adherence. ABSTRAK Kepatuhan akseptor dalam melakukan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan sangat penting untuk menjaga efektivitas kontrasepsi dan mencegah terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan. Namun, masih ditemukan akseptor yang terlambat melakukan kunjungan ulang akibat kurangnya dukungan suami serta rendahnya tingkat pengetahuan ibu mengenai pentingnya ketepatan jadwal suntik ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan suami dan tingkat pengetahuan ibu dengan kepatuhan akseptor melakukan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan di PMB Hj Fatimatun Amd.Keb Kota Pekalongan Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh akseptor KB suntik 3 bulan di PMB Hj Fatimatun Amd.Keb Kota Pekalongan dengan jumlah sampel 95 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan catatan medis, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan suami dengan kepatuhan akseptor melakukan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan dengan nilai p = 0,037 (p < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan kepatuhan akseptor melakukan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Dukungan suami dan tingkat pengetahuan ibu berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan akseptor melakukan kunjungan ulang KB suntik 3 bulan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi yang melibatkan suami guna meningkatkan kepatuhan akseptor.