Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan sumber daya manusia, terutama di tingkat dasar. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dasar memiliki peranan krusial dalam membentuk pemahaman siswa tentang lingkungan dan fenomena alam. Namun, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep IPA, yang sering kali disebabkan oleh metode pengajaran yang kurang menarik dan tidak melibatkan siswa secara aktif. Discovery Learning adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Metode ini mendorong siswa untuk menemukan konsep dan prinsip secara mandiri melalui eksplorasi dan pengalaman langsung. Dengan demikian, siswa tidak hanya menghafal informasi, tetapi juga memahami dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Di sisi lain, Tri Hita Karana adalah filosofi yang berasal dari budaya Bali yang menekankan pentingnya hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan. Integrasi nilai-nilai Tri Hita Karana dalam pembelajaran dapat memberikan konteks yang lebih mendalam bagi siswa, sehingga mereka tidak hanya belajar tentang IPA secara teoritis, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan. Dengan menggabungkan pendekatan Discovery Learning dan nilai-nilai Tri Hita Karana, diharapkan siswa dapat lebih aktif dalam belajar IPA, serta mengembangkan sikap peduli terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran ini terhadap perkembangan pengetahuan IPA siswa SD, serta untuk memberikan kontribusi terhadap praktik pendidikan yang lebih efektif dan relevan dengan konteks budaya lokal.