Claim Missing Document
Check
Articles

Perkuatan Pelat Jembatan Dek Baja dengan Overlay Beton Bertulang Sukrawa, Made; Sudarsana, I K.; Dana, I Wayan
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 3 (2011)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.119 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian tentang metode perkuatan pelat jembatan komposit dek baja bergelombang (CSD) telah dilakukan dengan mempertebal pelat menggunakan overlay beton bertulang. Pengujian Laboratorium dalam skala 1:2 dilakukan dengan membuat dan menguji 12 komponen pelat komposit tebal 95 mm, lebar 500 mm dan panjang 2 kali 700 mm berupa pelat menerus satu arah. Tiga pelat kontrol dan 9 pelat dengan perkuatan diuji sampai runtuh, delapan pelat diberikan pembebanan awal sampai terjadi retak awal pada daerah tumpuan tengah untuk menirukan pelat yang sudah retak. Analisis dengan model elemen hingga (MEH) menggunakan program LUSAS v 13.57 juga dilakukan sebagai perbandingan. Perilaku lentur pelat akibat dua beban garis diamati dalam bentuk grafik beban-lendutan pada umur beton overlay 3, 7 dan 28 hari, dengan bahan accelerator pada beton overlay. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kekuatan dan kekakuan lentur pelat dengan overlay beton meningkat secara meyakinkan dengan nilai masing-masing 45% dan 100% pada umur overlay 3 hari. Pada umur overlay 3 dan 7 hari kekuatan pelat komposit hampir mencapai kekuatan pelat pada umur 28 hari. Model Elemen Hingga memberikan kekuatan dan kekakuan pelat yang lebih besar dari hasil pengujian laboratorium, namun perilaku kedua pelat mirip, dimana, pada pembebanan yang lebih tinggi kekakuan pelat menurun. Abstract. Research on strengthening method of bridge deck with corrugated steel deck by increasing its thickness using reinforced concrete overlay was conducted by casting and testing 12 slab specimens with total thickness of 95 mm, width 500 mm and length 2 times 700 mm, which is a 1:2 scale of continuous one way slab. Three control slabs and 9 strengthened slabs were tested until failure, 8 slabs were preloaded until initial crack occurs on the middle support region to simulate cracked deck. Finite element model (FEM) using LUSAS v 13.57 was also done as comparison. Slab behavior under two strip loadings was recorded as load-deformation graph at concrete overlay age of 3, 7, and 28 days, with accelerator in concrete overlay. Test result showed that the strength and stiffness of deck with concrete overlay improved by 45% and 100%, respectively, at concrete overlay age of 3 days. Interestingly enough, at the overlay age of 3 and 7 days, the strength of composite slab almost reach its 28 days strength. Finite Element Model showed that the deck strength and stiffness are larger than those of the test results, however, their behavior is similar in which, at higher load level, the stiffness of the slab reduce noticeably.
PENGUJIAN KUAT LEKAT BETON BARU SELF COMPACTING CONCRETE (SCC) PADA BETON LAMA Sudarsana, I Ketut
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.891 KB) | DOI: 10.24002/jts.v14i3.1977

Abstract

Perkuatan elemen struktur beton bertulang yang telah berdiri sering dilakukan dengan memperbesar dimensinya melalui penambahan ketebalan beton sebesar 50 sampai 80 mm. Perma-salahan yang sering dijumpai pada aplikasi metode ini adalah hasil pengecoran yang keropos se-hingga lekatannya kurang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kuat lekat dari beton ba-ru SCC pada permukaan beton lama. Sebanyak sembilan buah benda uji prisma ukuran 100x100x500mm dibuat dari dua jenis beton yang berbeda yaitu beton normal (f’c = 22 MPa) dan SCC (f’c = 26,4 MPa). Ada tiga variasi sudut interface (α) yang ditinjau yaitu 60o, 70o dan 75o dengan masing-masing variasi dibuat 3 buah benda uji. Sebelum dilakukan pengecoran beton SCC, permukaan miring beton lama terlebih dahulu dikasarkan sehingga membentuk alur-alur ver-tical, horizontal dan diagonal dengan kedalaman +/- 2,5 mm. Beban konsentrik tekan dikerjakan secara menerus dengan kecepatan standar test silinder beton sampai benda uji runtuh. Tegangan normal (σ) dan tegangan geser (τ) yang dihitung dari gaya aksial maksimum masing-masin benda uji dipakai untuk menentukan nilai kohesi (c) dan sudut geser () beton. Hasil pengujian menun-jukan bahwa nilai kohesi (c) beton SCC dan beton lama adalah sebesar 1.13 MPa dengan sudut ge-ser 53,2o.
APLIKASI DAN PELATIHAN SATU ALAT TIGA FUNGSI SEBAGAI BLENDER, PENGUPAS KULIT ARI KACANG TANAH DAN MIXER DENGAN KAPASITAS 1 KG DI DESA BUNGBUNGAN, BANJARANGKAN, KELUNGKUNG K. Astawa; I.K. Sudarsana; H. Wijaksana; I.P. Lokantara
Buletin Udayana Mengabdi Vol 15 No 3 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.004 KB)

Abstract

Alat Blender, Mixer untuk adonan tepung dan pengupas kulir ari kacang tanah telah di buat dalam satu alat,hanya dengan merubah pisau potong saja. Modifikasi sebuah alat mixer dilakukan dengan mengganti pisaupotong, jenis tajam, jenis tumpul untuk adonan tepung dan jenis bergerigi untuk mengupas kulit ari kacangtanah.Masyarakat Bungbungan yang sebagai pedagang mengalami kesulitan dalam mengupas kulit ari kacang yangmembutuhkan waktu lama. Bila ingin membuat jajanan pasar harus membeli satu mixer lagi, dan bila inginmemblender buah-buahan atau memblender bumbu membutuhkan satu alat lagi, jadi dibutuhkan 3 alat untukmelakukan hal tersebut diatas. Disini akan diperkenalkan dan dipraktekkan ketiga kegiatan diatas dalam 1alat. Pengolahan hasil pertanian dan perkebunan memerlukan teknologi yang mampu mengolah hasilhasilnyalebih enak dan lebih cepat.Tujuan pengabdian di Desa Bungbungan ini adalah untuk memberdayakan dan meningkatkan partisipasimasyarakat dalam membangun potensi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidangperekonomian melalui pengembangan pengolahan hasil pertanian.Secara umum pelaksanaan kegiatan pengabdian berjalan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari bantuan dankerjasama anggota pelaksana, mahasiswa, seluruh aparat desa, jajaran pengurus desa serta warga desasendiri.Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, wawasan kami menjadi lebih luas dan pola pikir kami lebih terbukamengenai permasalahan dan potensi-potensi yang ada di Desa Bungbungan. Begitu banyak potensi yangdimiliki namun masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik karena kurangnya pengetahuan yang dimilikiberkaitan dengan bidang-bidang tersebut.
PENDEKATAN ERGONOMI TOTAL DAN KEARIFAN LOKAL DALAM PERENCANAAN TEKNIS PENATAAN PURA DALEM BABADAN DESA ADAT TUMBAK BAYUH MENGWI-BADUNG I.N. Sutarja; I.G.N. Suditha; I.K. Sudarsana; I.N. Lanus; A.A.G.A. Yana
Buletin Udayana Mengabdi Vol 16 No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.436 KB)

Abstract

Keberlanjutan pembangunan Pura Dalem Babadan yang berlokasi di Desa Adat Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, memerlukan perencanaan teknis penataan lingkungan pura secara detail yang meliputi tata letak yang jelas, gambar detail dan rencana anggaran biaya yang dibutuhkan. Dalam proses perencanaan dan perancangan pura digunakan dua buah pendekatan yaitu 1) pendekatan ergonomi total (pendekatan Sistemik, Holistik, Interdisipliner, dan Partisipatori/SHIP yang dikaji berdasarkan teknologi tepat guna) dan 2) pendekatan kearifan lokal. Pendekatah SHIP dan teknologi tepat guna diaplikasikan dalam pemilihan sistem struktur dan bahan, sedangkan pendekatan kearifan lokal diaplikasikan dalam pemilihan tata letak dan bentuk. Perencanaan ini menghasilkan gambar denah lingkungan pura Dalem Babadan secara keseluruhan yang menunjukkan tata letak pelinggih beserta bangunan pendukung lainnya, gambar detail bangunan dan rencana anggaran biayanya.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG TIDAK BERATURAN DENGAN PENAMBAHAN TINGKAT MENGGUNAKAN STRUKTUR BAJA I Ketut Sudarsana; Anak Agung Gde Agung Asmara; Gusti Ayu Rai Mahayani
JURNAL SPEKTRAN Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6, No. 2, Juli 2018
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.79 KB)

Abstract

ABSTRAK Penambahan tingkat pada sebuah gedung yang sudah beroperasi sering dijumpai di lapangan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja struktur beton bertulang dengan penambahan tingkat menggunakan struktur baja dan juga mengetahui nilai dari faktor modifikasi respon (R), nilai kuat lebih struktur (?o), dan faktor pembesar perpindahan (Cd) yang diperlukan dalam mendesain struktur akibat beban gempa. Struktur yang ditinjau adalah struktur gedung perkantoran terdiri dari 5 tingkat berada diatas tanah sedang pada wilayah dengan kategori seismic D. Gedung tidak beraturan horizontal dengan denah L yang struktur awalnya didesain sebagai beton bertulang (M1), kemudian divariasikan dengan mengganti tingkat ke 5 dengan struktur baja sebagai variasi pertama (M2) dan variasi kedua, tingkat 4 dan 5 diganti dengan struktur baja (M3). Sambungan kolom baja ke beton dimodel dengan tiga jenis hubugan yaitu rigid (M2R, M3R), semi rigid (M2SR, M3SR) dan sendi (M2S, M3S). Struktur dimodelkan secara 3D dan dianalisis dengan static nonlinear pushover pada program berbasis elemen hingga. Level kinerja struktur dievaluasi mengikuti FEMA 440. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level kinerja struktur dengan penambahan baja adalah immediate occupancy (IO), sedangkan struktur awal berupa beton bertulang adalah collapse prevention (CP). Nilai R semua model struktur pada penelitian ini melebihi nilai R menurut FEMA P-695 sebesar 6,0. Struktur dengan sambungan rigid dan semi rigid tidak menghasilkan perbedaan nilai R yang signifikan, namun sangat jelas berbeda untuk struktur yang menggunakan sambungan sendi. Nilai ?o semua struktur berkisar 4,61 hingga 6,03 dan telah melebihi nilai ?o yang ditentukan SNI 1727:2012 dan FEMA P-695. Semua model struktur memiliki nilai faktor pembesar perpindahan (Cd) kurang dari 2 kecuali struktur dengan penambahan 2 tingkat baja dan sambungan sendi (M3S) yang menghasilkan faktor pembesar perpindahan (Cd) lebih besar dari 4.
ANALISIS PENGARUH BENTUK DINDING GESER BETON BERTULANG TERHADAP KAPASITAS DAN LUAS TULANGAN I Gede Gegiranang Wiryadi; I Ketut Sudarsana
JURNAL SPEKTRAN Vol 7 No 2 (2019): Vol. 7 No. 2, JULI 2019
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.939 KB)

Abstract

ANALYSIS OF SHAPE EFFECT OF REINFORCED CONCRETE SHEAR WALL DUE TO CAPACITY AND REBAR AREAABSTRACTThere are several way to improve the structural performance of high rise building in anticipate horizontal drift and reduce structure time period, one of the solution is by adding the shear wall. Shear wall has many type if it divided by it’s shape, including I-Shape, L-Shape, T-Shape and IWF-Shape that can be adapted with the available plan and building shape. The shape difference of shear wall is linear with the difference of shear wall capacity in enduring the forces and the difference of rebar area. By using S-concrete version 7.02 when modelling 4 type of shear walls that given the same axial force and moment and the same materials, it can be concluded that the biggest axial forces and moment capacity is on the I-Shape shear wall as evidenced by axial: momen ratio compare to the capacity as big as 0.71, followed by IWF-Shape (0.86), and L-Shape and T-Shape (both 0.96). Evaluated from total of rebar area, starting from the smallest, I-Shape shear wall with area 29166 mm2, followed by L-Shape (36666 mm2), T-Shape (40833 mm2), and IWF-Shape (51250 mm2).
STUDI ANALISIS PENGARUH PROPERTI BETON DAN DINDING PASANGAN TERHADAP PERILAKU RDP BERLUBANG Ida Ayu Made Budiwati; I Ketut Sudarsana; Made Sukrawa; Nanda Dwi Wulan Sari
JURNAL SPEKTRAN Vol 6 No 2 (2018): Vol. 6, No. 2, Juli 2018
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.08 KB)

Abstract

ABSTRAK Perilaku rangka beton bertulang dengan dinding pengisi berlubang sentris (RDP) dipengaruhi oleh karakteristik material dan geometrinya. Analisis sensitivitas dilakukan pada model RDP menggunakan analisis numerik akibat variasi modulus elastisitas dinding (Em), modulus elastisitas beton (Ec), dan lebar strat diagonal (wds) pada struktur RDP. Balok dan kolom dimodel sebagai elemen frame dan dinding pengisi berlubang dimodel sebagai strat diagonal. Hasil analisis sensitivitas model RDP kemudian dibandingkan dengan hasil eksperimen peneliti lain dan diaplikasikan pada gedung perkantoran 3 lantai. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa nilai modulus elastisitas dinding (Em), modulus elastisitas beton (Ec), dan Inersia balok (Ib) dan inersia kolom (Ik) perlu direduksi setelah 95% beban lateral dikerjakan pada struktur. Nilai reduksi pada beban 95% adalah sebesar 0,6 dan 0,8 masing-masing untuk modulus elastisitas dan inersia. Pada beban 100%, nilai modulus dan inersia dinding pengisi masing-masing direduksi sebesar 0,5 dan 0,7. Lebar strat diagonal (wds) yang digunakan dalam analisis yaitu Persamaan 1. Hasil analisis pada gedung menunjukkan bahwa peningkatan beban dari 95% ke 100% dan reduksi modulus elastisitas serta inersia, mengakibatkan peningkatan simpangan struktur, terjadi penurunan momen lapangan pada balok sebesar 4,74%-11,22%, dan penurunan momen tumpuan pada balok sebesar 12,84%-14,15%. Pada kolom, terjadi penurunan momen sebesar 1,24%-17,94%. Penurunan gaya geser pada balok terjadi sebesar 0,97%-1,63%, sedangkan pada kolom sebesar 1,67%-4,84%, namun terjadi peningkatan gaya aksial pada kolom sebesar 4,03%-5,36%.
PERILAKU TEKAN DAN LENTUR DINDING PASANGAN BATAKO TANPA PLESTERAN, DENGAN PLESTERAN DAN DENGAN PERKUATAN WIREMESH Made Yani Anggreni; I K. Sudarsana; M. Sukrawa
JURNAL SPEKTRAN Vol. 3, No. 2, Juli 2015
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.012 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2015.v03.i02.p02

Abstract

Concrete blocks are one of the common materials used in construction practice because they are quite easy to get and the price is relatively cheap. Masonry (either concrete blocks or bricks) is a structure consisting of a binding material (mortar) and a filler material (such as concrete blocks). In general, masonry is very good at resisting gravity loads, but not quite good at resisting shear loads such as loads generated by earthquakes, so it requires reinforcement in the form of plaster and additional wire mesh in the plaster of the masonry. Due to several problems of the masonry frame structure, it is necessary to conduct a research on the quality of the masonry to find out the compressive and flexural behavior of the masonry with reinforcement namely plaster and wire mesh. The method used in this study was laboratory testing by creating specimens of concrete block masonry. Variations of masonry for compressive tests in this study 3 specimens varied based on the orientation namely Type A (Horizontal), Type B (Vertical) and Type C (Diagonal), and 3 specimens varied based on the treatment: masonry without plaster (TP), masonry with plaster (DP), and masonry with wire mesh reinforcement (DPW). Variations of masonry for bending tests perpendicular to the bed joint (LA) and parallel to the bed joint (LB). Based on the results the crack patterns occurring in the specimens were relatively the same, where the initial cracks occurred predominantly in the interface area between the mortar and concrete blocks. The compressive strength of the concrete block masonry with plaster had a higher value than that of with wire mesh reinforcement. This was due to adhesion between the mortar and wire mesh and poor density so the performance of wire mesh was less effective. The concrete block masonry of Type C had the highest modulus of elasticity value. This was because the propagation of cracks that occurred in the masonry of Type C was slowed down by the position of the concrete blocks, which were installed with a slope of 45o. Meanwhile, the propagation of cracks of Type A and Type B occurred vertically in the interface between the mortar and concrete blocks. Flexural strength values ??of specimens that were perpendicular to the bed joint (LTPA, LDPA, and LDPWA) were much higher than that of parallel to the bed joint (LTPB, LDPB and LDPWB). The addition of the wire mesh reinforcement to the compressive load did not contribute much to the stiffness of the masonry. Meanwhile in the bending tests, the addition of wire mesh reinforcement resulted in an increase in the flexural strength values of the concrete block masonry.
KARAKTERISTIK DAN KUAT LEKAT TULANGAN SERAT BAGU PILINAN PADA BETON NORMAL I Ketut Sudarsana; Ida Bagus Rai Widiarsa; I Gede Wira Sayoga
JURNAL SPEKTRAN Vol 8 No 2 (2020): VOL. 8 NO. 2, JULI 2020
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penggunaan tulangan baja pada struktur beton bertulang untuk memikul tegangan tarik sangat rentan terhadap korosi. Serat bagu dipakai sebagai bahan pengganti baja tulangan untuk menghindari korosi yang sering terjadi. Perilaku tulangan dalam beton dipengaruhi banyak faktor, diantaranya lekatan antara beton dan tulangan serta panjang penanaman tulangan dalam beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kuat lekat antara tulangan serat bagu pilinan dan beton. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini berupa kubus beton dengan ukuran 150x150x150 mm dengan kuat tekan rencana 20 MPa. Tulangan serat bagu ditanam pada kubus beton dengan kedalaman 75, 100, 125 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tulangan serat bagu memiliki kuat tarik berbeda pada masing-masing jumlah pilinan, dimana untuk 2 pilinan memiliki kuat tarik 28,85 MPa, 3 pilinan memiliki kuat tarik 36,16 MPa, 5 pilinan memiliki kuat tarik 30,36 MPa. Dari pengujian kuat tarik tulangan diperoleh tulangan 3 pilinan mempunyai kuat tarik yang paling besar, dimana hal ini disebabkan oleh jumlah serat yang lebih banyak dan resin yang bekerja lebih baik. Hasil pengujian kuat lekat tulangan menunjukkan bahwa kuat lekat tulangan bagu melebihi kuat lekat baja tulangan, terbukti dari kuat putus tulangan serat bagu masih lebih tinggi dari pada kuat lekat baja tulangan untuk semua panjang penanaman (75 mm, 100 mm, 125 mm).
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI DAN NILAI PENAWARAN PESERTA LELANG ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT) JASA KONSTRUKSI DI KABUPATEN BULELENG Made Respawan; I K Sudarsana; Mayun Nadiasa
JURNAL SPEKTRAN Vol 5 No 1 (2017): Vol. 5, No. 1, Januari 2017
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.112 KB) | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2017.v05.i01.p01

Abstract

Abstract: Starting in 2012 the procurement of government goods/services in Buleleng done electronically (E -Procurement) to the procedure E -Tendering. In the implementation of participation and the bid price tends to decrease the auction participants both during the auction at the current conventional and electronic auctions. This study aims to determine the factors that influence participation and value of the electronic auction participants offer construction services in Buleleng, and what factors influence most dominant. The sample used in this study as many as 53 companies contracting in Buleleng that the sample collection was done by using a non probability sampling with purposive sampling and data collection using questionnaires and interviews. Data was analyzed using factor analysis. The factor analysis forms 11 new factors that influence the participation of bidders with cumulative variance 79,198%, which is made up of 42 variables. The most dominant factors, indicated by eigenvalues of 20.738 and variance of 42.323% is formed by 11 variables, namely, project location, great value for the project, environmental security project, started the project approaching the end of the year, without face-to-face opportunities to minimize collusion, corruption and nepotism, term timing of the access road to the project site, implementation of the rainy season, the terms of ISO certificate, the terms of financial support of banks and variable auctioneer. While the analysis of the factors affecting the bid price auction participants generate 10 new factors with cumulative variance 78,925%, which is made up of 43 variables. The most dominant factors indicated by eigenvalues of 22.756 and  variance of 47.409% is formed by nine variables, namely, fluctuations in material prices, the return on investment, fluctuations in foreign exchange rates (dollars), the access road to the project site, the opportunity to gain a larger project, the risks of investing, the rate of inflation, more cost-effective without document printing costs and transportation costs and the ability to offer estimates.
Co-Authors A. A. Diah Parami Dewi A. A. N. A. Angga Pradhana A.A. Ayu Istri Laksemana Dewi A.A. Ayu Istri Laksemana Dewi A.A.G.A. Yana Amanda, Anastasia Anak Agung Gde Agung Asmara Anak Agung Gede Sutapa Arnawa, I Putu Artini, Ni Wayan Juli Ayu Swandewi Trikusuma Budiarsa, Bagus Bayu Caridad N. Barrameda D.M Priyantha Wedagama D.P.G Sugupta David Pramono Dewa Ayu Hendrawathy Putri Dewi, Ni Luh Putu Karina Dharma Putra Dharma Putra Dharmayanti, Gusti Ayu Putu Candra Dwi Wiranata Gd. Astawa Diputra Gede Pringgana Gilbert S. Arrieta Gusti Ayu Rai Mahayani Hendra Wijaksana I Dewa Gede Rat Dwiyana Putra I G. A. Susila I G.N.K. Udara I Gede Adi Susila I Gede Gegiranang Wiryadi I Gede Wira Sayoga I Gusti Ayu Putu Wegie Puryandhari I Gusti Ketut Sudipta I Gusti Ketut Wirawan I K. Ade Siswanta I Kadek Mertayasa I Made Alit Karyawan Salain I Nyoman Sutarja I P. Alit Suthanaya I Putu Laintarawan I Wayan Dana I Wayan Dana I Wayan Sudithayasa I.B. Dharma Giri I.G.N. Suditha I.N. Lanus Ida Ayu Budiwati Ida Ayu Made Budiwati Ida Bagus Dharma Giri Ida Bagus Ngurah Purbawijaya Ida Bagus Rai Widiarsa K. Astawa Ketut Ardhana Ketut Sidang Partayasa kusumawati, Yeni Angumasanita Luh Bella Veronica Luh Putu Eka Anggreni Made Respawan Made Sukrawa Made Yani Anggreni Marselinus Anggur Ngganggus Mayun Nadiasa Mulya Dewi N.L.P. Eka Agustiningsih Nanda Dwi Wulan Sari Ni Kadek Armini Ni Luh Gede Sri Susanthi Ni Luh Putu Pradnyadewi Ni Made Anggreni Ni Made Dwi Ari Astuti Ni Made Tutarani Ni Nengah Selasih Ni Putu Candra Prastya Dewi Ni Wayan Novi Suryantari Novitayanti, Ni Wayan Putera Kumarayasa Mudita Putu Agus Nusada Putra Putu Deskarta Putu Didik Sulistiana Putu Hendra Kusuma Putu Lokantara Rahayu Ria Kusumawati Saputra, I Gede Yoga Dana Sugiani, Ni Kadek Ari Suryadnyani, Ni Nyoman Sri Suryatini, Ni Luh Gede Utami, Luh Ketut Ari Wayan Mustika Yohanes Angga Wijaya Yuliartini, Ni Made