Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Senam Adaptif Sebagai Media Terapi Gerak Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus di SKH Muara Sejahtera Apriliani, Ria; Sulistianingsih, Annisa
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.37620

Abstract

Abstract:  This community service program aimed to develop and implement adaptive gymnastics as a movement therapy medium for students with special needs at SKH Muara Sejahtera, Pamulang. The background of this activity was the low participation of students with hearing and intellectual disabilities in physical activities, limited teacher competence in adapted physical education, and the absence of structured adaptive exercise programs. Adaptive gymnastics was selected because it can be modified according to individual abilities and functions as movement therapy to improve coordination, balance, muscle strength, and socio-emotional development. The implementation method involved collaboration among lecturers, students, teachers, and parents through training, mentoring, and routine adaptive gymnastics practice over a two-month period. Evaluation was conducted using pre-post motor skill assessments, observation, and interviews with teachers and parents. The results showed and increase in student participation from 40% to 75% , improved motivation and confidence, and better coordination in most students, although independence and concentration still required further improvement. Teachers also gained new competencies in applying adaptive physical education strategies. This program demonstrates that adaptive gymnastics in an effective and feasible intervention to enhance motor development and learning participation of students with special needs in special schools.Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan senam adaptif sebagai media terapi gerak bagi siswa berkebutuhan khusus di SKH Muara Sejahtera, Pamulang. Latar belakang kegiatan ini adalah rendahnya partisipasi siswa tunarungu dan tunagrahita dalam aktivitas jasmani, keterbatasan kompetensi guru dalam pendidikan jasmani adaptif, serta belum tersedianya program senam adaptif yang terstruktur. Senam adaptif dipilih karena dapat dimodifikasi sesuai kemampuan individu dan berfungsi sebagai terapi gerak untuk meningkatkan koordinasi, keseimbangan, kekuatan otot, serta perkembangan sosial-emosional siswa. Metode pelaksaan melibarkan kolaborasi dosem, mahasiswa, guru, dan orang tua melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, serta praktik senam adaptif secara rutin selama dua bulan. Evaluasi dilakukan menggunakan asesmen motorik pra dan pasca kegiatan, observasi, serta wawancara dengan guru dan orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatkan partisipas siswa dari 40% menjadi 75%, meningkatnnya motivasi dan rasa percaya diri siswa, serta perbaikan koordinasi gerak, meskipun aspek kemandirian dan konsentrasi masih memerlukan pendampingan lanjutan. Guru juga mengalami peningkatan kompetensi dalam menerapkan pendidikan jasmani adaptif. Program ini membuktikan bahwa senam adaptif merupakan intervensi yang efektif dan aplikatif untuk meningkatkan perkembangan motorik dan partisipasi belajar siswa berkebutuhan khusus di sekolah khusus.  
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MELALUI PROBLEM-BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V Agustin, Ria Tiara; Rusminati, Susi Hermin; Latifaturrohmah, Nila; Atmawati, Putri; Ristanti, Rahmadita Aulya; Apriliani, Ria; Indahyani, Vinny; Sastro
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60183

Abstract

  Critical thinking is one of the essential competencies that need to be developed among elementary school students, particularly in mathematics learning, which requires the ability to analyze and solve problems. Observation results indicated that the critical thinking skills of fifth-grade students remained low because the learning process was teacher-centered and insufficiently engaged students in solving real-world problems. This study aimed to improve students’ critical thinking skills by implementing a contextual Problem-Based Learning (PBL) model. The study employed Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The participants were fifth-grade elementary school students. The findings revealed that implementing contextual Problem-Based Learning effectively improved students’ critical thinking skills. The percentage of students achieving learning mastery increased from 43.3% in Cycle I to 86.7% in Cycle II, representing an improvement of 43.4 percentage points. This improvement was supported by the use of more contextual problems, more structured guidance for discussion, and more effective teacher facilitation throughout the learning process. In addition, students demonstrated positive changes in discussion participation, problem analysis skills, and the ability to provide logical reasoning. Therefore, contextual Problem-Based Learning can serve as an effective instructional alternative for improving elementary school students’ critical thinking skills in mathematics learning. Keywords: Problem-Based Learning (PBL), contextual problems, critical thinking skills ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada siswa sekolah dasar, khususnya dalam pembelajaran matematika yang menuntut kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa kelas V masih rendah karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa dalam pemecahan masalah nyata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis masalah kontekstual. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis masalah kontekstual efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 43,3% pada Siklus I menjadi 86,7% pada Siklus II dengan peningkatan sebesar 43,4%. Peningkatan tersebut didukung oleh penggunaan masalah yang lebih kontekstual, arahan diskusi yang lebih terstruktur, serta pendampingan guru yang lebih optimal selama proses pembelajaran. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan positif dalam keaktifan berdiskusi, kemampuan menganalisis masalah, dan menyampaikan alasan secara logis. Dengan demikian, model PBL berbasis masalah kontekstual dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada pembelajaran matematika. Kata kunci: Problem Based Learning (PBL), masalah kontekstual, kemampuan berpikir kritis