Amelia Khodijah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI TES PSIKOLOGI MINAT DAN BAKAT PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Khasanah, Ulfatul; Amelia Khodijah; Febrian Karuna; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7097

Abstract

Tes psikologi minat dan bakat memiliki peran penting dalam membantu mengidentifikasi potensi, kecenderungan, serta kemampuan dasar anak sejak usia sekolah dasar. Pada tahap perkembangan ini, anak berada pada fase pembentukan karakter, minat belajar, dan arah pengembangan diri sehingga diperlukan upaya sistematis untuk mengenali potensi yang dimilikinya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pelaksanaan tes psikologi minat dan bakat pada anak usia sekolah dasar serta implikasinya terhadap proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan dengan topik tes psikologi, minat, dan bakat anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa tes psikologi minat dan bakat dapat membantu guru dan orang tua dalam memahami karakteristik individu anak, merancang strategi pembelajaran yang sesuai, serta mengarahkan anak pada kegiatan yang mendukung potensi optimalnya. Selain itu, tes ini berperan dalam mencegah kesalahan penempatan belajar dan mengurangi tekanan akademik yang tidak sesuai dengan kemampuan anak. Dengan demikian, tes psikologi minat dan bakat memiliki urgensi yang tinggi untuk diterapkan di tingkat sekolah dasar sebagai upaya mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional anak secara optimal.
Hubungan Diskusi Kelompok dengan Kemampuan Berbicara Siswa Kelas V MI Ma’arif Kalibeber Amelia Khodijah; Nashokah Nashokah; Chairani Astina
YASIN Vol 6 No 4 (2026): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i4.10812

Abstract

Speaking ability is an important language skill that needs to be developed among elementary school students, but observations show that some students are still less active and less confident in expressing opinions during Indonesian language learning. Although group discussion has been widely recommended as a cooperative learning strategy, studies that specifically measure its relationship with speaking ability at the madrasah ibtidaiyah level remain limited. This study aims to determine the relationship between group discussion and students’ speaking ability in the fifth-grade Indonesian language subject at MI Ma’arif Kalibeber Mojotengah in the 2025/2026 academic year. This study used a quantitative approach with a correlational design, involving 25 fifth-grade students selected through saturated sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire, speaking test, observation, and documentation, then analyzed through descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and the Spearman Rank correlation test. The results of the study show that the group discussion variable obtained a mean score of 64.56 in the good category, while speaking ability obtained a mean score of 16.12 in the good category. The results of the Spearman Rank correlation test showed a correlation coefficient of 0.983 with a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a very strong and significant relationship between group discussion and students’ speaking ability. The conclusion of the study affirms that structured group discussion activities play an important role in strengthening students’ courage, fluency, and confidence in speaking. The implications of this study provide theoretical contributions to the development of cooperative learning and speaking skills literature, as well as practical implications for teachers and madrasahs in designing discussion-based learning to improve students’ oral communication.