Hikmah Zikriani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI JAMUR MAKROSKOPIS DI GARIS WALLACEAE DAN WEBER KAWASAN HUTAN JALUR PENDAKIAN MOYA MABUKU, KOTA TERNATE MENGGUNAKAN KOORDINAT GPS Dwisatyadini, Mutimanda; Hikmah Zikriani; Susi Sulistiana; Inggit Winarni; Nurmaya papuangan; Nurhasanah
Jurnal Metabio Vol. 7 No. 2 (2025): MetaBio : Jurnal Pendidikan (Edisi Elektronik)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/txrsk586

Abstract

Kandungan organik dan pH tanah yang berbeda dapat menyebabkan spora jamur yang berbeda tumbuh, dan jenis tanah merupakan salah satu faktor yang secara langsung dapat memengaruhi keberadaan jamur. Galur Wallacea dan Weber di Ternate, Maluku Utara, akan menjadi subjek penelitian ini. Lokasi penelitian memiliki spesies jamur endemik, keanekaragaman hayati yang belum terpapar, dan lokasi geografis yang unik. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung, metode eksplorasi pengambilan sampel, purposive random sampling, dan koleksi langsung jamur, seperti bentuk, warna, panjang batang, diameter, dan substrat hidup (tanah, kayu, daun, lainnya), bersama dengan pengamatan morfologi jamur. Analisis kualitatif mencantumkan ordo, famili, genus, dan nama ilmiah, yang disajikan dalam tabel dan gambar, dan menggambarkan karakteristik masing-masing spesies dengan hasil identifikasi. Indeks keanekaragaman digunakan. Faktor lingkungan yang diukur, suhu udara, kelembaban tanah, intensitas cahaya, dan pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 spesies jamur ditemukan di Kawasan Hutan Jalur Pendakian Moya Mabuku, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, Indonesia, dengan koordinat GPS pada 0,8° Lintang Utara dan 127,3630910 Bujur Timur. Jamur-jamur tersebut adalah divisi Asycomycota dan Basidiomycota, serta famili Helotiaceae, Strophariaceae, Hygrophoraceae, Auriculariceae, Omphalotaceae, Tremellaceae, Hypoxylaceae, Phyllotopsidaceae, Poliporaceae, Gardonemataceae, Tricholomataceae, Sarcoscyphaceae, Agaricaceae, Mycenaceae, Psathyrellaceae, dan Cortinariaceae. Hasil uji parameter substrat kayu, tanah, dan tempurung kelapa menunjukkan pH 3,85-6,10. dan memiliki kelembapan udara 77,5-91,5%RH, kelembapan substrat 36,5-99,9%, intensitas cahaya 93,5-7496 Cd, suhu udara 27,7-33,9 oC, suhu substrat 27,4-33,9 °C, dan pH 3,85-6,15 dapat optimal untuk pertumbuhan jamur makroskopis.